Rokok di Bulu Tangkis, Judi di Sepak Bola

Football5star.com, Indonesia – Dunia bulu tangkis nasional dibuat heboh saat industri rokok yang selama ini menyokong audisi pencarian atlet bulu tangkis dianggap pengeksploitasian anak. Jika di bulu tangkis ada industri rokok, maka di sepak bola faktanya ada campur tangan industri judi.

PB Djarum yang puluhan tahun menghasilkan sejumlah atlet bulu tangkis berprestasi dianggap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai ajang pengeksploitasian anak. Pihak KPAI disokong sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Lentera Anak menganggap audisi dari PB Djarum mengandung unsur mempromosikan brand image merk rokok.

PB Djarum pun mengambil keputusan pahit. Audisi yang hasilkan pemain seperti M. Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Praveen Jordan, dan Tantowi Ahmad ini memutuskan untuk menghentikan Audisi Umum Beasiswa PB Djarum di tahun ini. Tahun 2019 jadi tahun terakhir PB Djarum mengadakan seleksi pebulu tangkis di tiap daerah.

Pro kontra bermunculan. Bagi mereka yang pro rekomendasi KPAI, PB Djarum dianggap mengeksploitasi anak dengan mengikuti audisi sembari ‘mempromosikan’ produk rokok. Brand image rokok yang melekat pada audisi PB Djarum dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Bagi mereka yang kontra dengan rekomendasi KPAI dan LSM penyokongnya. Apa yang dilakukan KPAI hanya tindakan tanpa solusi konkrit untuk bibit muda Indonesia yang ingin berkarier di bulu tangkis. Padahal masih banyak pengeksploitasian anak yang tak disentuh KPAI.

Suara.com

Sebelum masalah PB Djarum dengan KPAI mencutat tudingan serupa juga dialamatkan kepada program pembinaan pesepak bola muda yang digagas Djarum Foundation lewat program Garuda Select.

Sepak bola Inggris dan rumah judi

Kondisi ini memang bukan hal baru di ranah olahraga. Sepak bola juga pernah mengalami permasalahan hampir serupa. Bagaimana industri judi menjadi bagian tak terpisahkan dari klub sepak bola. Di Inggris sana yang memiliki latar belakang budaya sangat berbeda dengan Indonesia, masuknya rumah judi juga menimbulkan pro kontra.

Laporan The Guardian pada 2018 menyebutkan bahwa hampir 60 persen klub di Liga Inggris disokong oleh rumah judi. Meski perjudian di Inggris merupakan sesuatu yang legal sepertinya rokok di Indonesia, hal tersebut mendapat tentangan dari sejumlah pihak.

Profesor Jim Orford dari Gambling Watch UK mengatakan bahwa banyaknya rumah judi jadi sponsor klub sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. “Ada bukti bahwa perjudian semakin normal, khususnya di kalangan anak muda. Taruhan untuk klub sepak bola jadi hal lumrah saat ini,” kata Orford.

Gambling Watch UK berpedoman pada data statistik Komisi Perjudian di Inggris yang menyebut bahwa ada 370 ribu anak-anak di range usia 11-16 tahun yang bertaruh tiap pekannya. Dari 370 ribu, 25 ribu masuk dikategorikan penjudi bermasalah.

Lantas apakah kemudian Inggris melarang rumah judi masuk ke industri sepak bola atau melakukan rekomendasi seperti KPAI yang mempersilahkan adanya audisi bulu tangkis tanpa embel-embel rokok?

sbcnews.co.uk

Uang yang mengalir dari industri rokok dan judi tentu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bulu tangkis dan sepak bola. Dan dua industri ini melihat massa di sepak bola dan bulu tangkis merupakan market mereka. Inggris menyikapi permasalahan tersebut dengan cara yang lebih cerdas.

Marc Etches, kepala eksekutif GambleAware melihat bahwa sejumlah klub Inggris yang ‘berafiliasi’ dengan rumah judi sudah melakukan tindakan nyata untuk menekan promosi perjudian di tingkat anak-anak.

Etches mencontohkan upaya dari klub Crystal Palace dengan bekerja sama dengan organisasinya. Palace bersama GambleAware melakukan kampanye masif tentang perjudian yang aman selama tiga pertandingan di Liga Inggris pada musim lalu.

“Menonton sepak bola dan bertaruh adalah sesuatu yang normal. Namun bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk mencegah sesuatu yang buruk ke generasi berikutnya dari industri ini,” kata Etches.

Pihak federasi sepak bola Inggris pun tak ingin industri yang telah menyokong keuangan mereka jadi terganggu dengan masalah tersebut. Juru bicara EFL menyebutkan bahwa kesepakatan sponsor dengan rumah judi faktanya telah membantu program sepak bola Inggris secara berkelanjutan.

“Kesepakatan dengan Sky Bet tak serta mertak hanya soal kontribusi keuangan kepada organisasi. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial untuk pengembangan sepak bola di masa depan,”

Slogan Perjudian yang Bertanggung Jawab pun ramai dikampanyekan pihak EFL. Kondisi ini merupakan win-win solution untuk industri judi dan klub sepak bola, di mana di dalamnya ada harapan dari anak-anak muda yang ingin berkarier sebagai pemain hebat.

Malu-malu rumah judi di klub Indonesia

Masuknya industri judi di sepak bola di sejumlah negara Eropa sudah berlangsung cukup lama. Klub sebesar Real Madrid dan AC Milan misalnya sempat memasang rumah judi yang berpusat di Austria, Bwin di jersey mereka.

Di dua negara tersebut, praktek perjudian memang sesuatu yang legal dan memiliki aturan ketat. Namun bagaiaman dengan di Indonesia yang melarang perjudian? Memang ada klub di Indonesia yang menampilkan nama rumah judi di jersey mereka?

Tengok saja jersey dari TIRA Persikabo dan Borneo FC. TIRA di jersey mereka menampilkan nama rumah judi M88, sedangkan Borneo FC memasang Fun88 Bola.

Ciro Alves jadi pengganti Aleksandar Rakic di PS TIRA Persikabo.
liga-indonesia.id

Pihak PT LIB lewat media officer Hanif Marjuni mengatakan bahwa hal tersebut lebih ke sisi marketing semata. Dan kedua klub ini sudah berkoordinasi dengan pihak PT LIB diakui oleh Hanif.

“Ini lebih ke marketing, dari awal sudah koordinasi kalau di TIRA dan Borneo bukan produknya tapi website atau medianya. Dalam regulasi kami masih aman,” kata Hanif kepada Football5star.com, Senin (9/8/2019).

Yang jadi permasalahan kemudian, memang seperti apa regulasi PT LIB terkait sponsor klub Liga 1 ini? Faktanya pihak PT LIB sendiri mengakui masih tidak jelasnya regulasi mengenai sponsor di Liga 1 2019.

Direktur Interim PT LIB, Dirk Soplanit mencontohkan misalnya soal keluhan dari sponsor utama yang berkeberatan dengan klub yang disponsori pihak kompetitor.

“Kami menyoroti soal sponsor, karena title sponsor dan official broadcaster biasanya membawa sponsor sendiri. Jadi kami harus mengatur dengan baik, jangan sampai ada klub yang sponsornya bertabrakan dengan sponsor yang sudah diikat LIB, baik title sponsor atau official broadcaster,” kata Dirk.

Perputaran uang judi bisa bermanfaat?

Mantan plt Ketum PSSI Joko Driyono sendiri mengakui bahwa perputaran judi sepak bola di Indonesia mencapai angkat 70 miliar. Ia menyebut perputaran uang tersebut tentu memiliki sisi positif untuk sepak bola.

“Semakin besar, jangan menganggap itu semakin kacau. Semakin tinggi nilai itu, semakin tinggi kepercayaan di kawasan dunia. Jadi ini sepak bola tidak bisa diatur. Tetapi pada saat nilainya itu menurun dan tidak ada betting di rumah judi, maka itu mengatakan bahwa sepak bola kalian tidak bisa dipercaya,” terang Joko Driyono pada 2018 lalu.

Jika menilik dari sisi manfaat, tentunya melimpahnya uang judi bisa dimanfaatkan untuk pembangunan industri sepak bola. Tinggal bagaimana aparat penegak hukum memiliki aturan ketat soal ini.

Bagus Bagas Barito Putera
pssi.org

Toh sama seperti program Garuda Selection yang melahirkan pemain seperti Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, Sutan Zico serta pemain hebat bulu tangkis lainnya dari industri rokok, industri judi pun bisa mengambil peran untuk berkontribusi positif untuk perkembangan sepak bola ke depan.

Sayangnya hanya melihat hitam putih satu fenomena masih dilakukan sebagian publik Indonesia. Hal itu yang mengakibatkan rokok di bulu tangkis jadi eksploitasi dan judi di sepak bola jadi ‘haram’.

Comments
Loading...