Abramovich Habiskan Lebih dari 2,1 Triliun Rupiah untuk Pecat Manajer

Football5star.com Indonesia – Frank Lampard resmi dipecat Chelsea. Sejak dimiliki Roman Abramovich, 10 kali surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dikeluarkan untuk menendang manajer. Bahkan, total kompensasi yang dibayarkan mencapai 110 juta poundsterling (sekitar Rp2,1 triliun).

Memang, semenjak Roman Abramovich membeli Chelsea dari Ken Bates pada 2003, berbagai prestasi mampu ditorehkan. Sebanyak 16 trofi major disabet The Blues, termasuk gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Roman Abramovich - Chelsea - Sven-Goran Eriksson - Football London
Football London

Namun, tumbal yang dibutuhkan dari prestasi tersebut pun tidak kecil. Total, ada 9 nama yang berstatus manajer tetap, pernah di-PHK oleh Roman Abramovich. Tidak termasuk manajer interim atau karteker. Bahkan, ada yang lebih dari sekali dipecat, yakni Jose Mourinho.

Selain Jose Mourinho yang mendapat surat PHK dua kali, manajer-manajer lain yang pernah dipecat Roman Abramovich antara lain Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, Carlo Ancelotti, Andre Villas-Boas, Roberto Di Matteo, Antonio Conte, Maurizio Sarri, hingga yang terbaru Frank Lampard.

Dikutip Football5star.com dari cuitan jurnalis finansial sepak bola, Kieran Maguire, Roman Abramovich sudah mengeluarkan total 110 juta poundsterling. Angka itu menjadi biaya yang dikeluarkan sebagai kompensasi mengeluarkan 9 surat PHK.

Angka tersebut pun di luar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk beberapa manajer interim atau karteker semisal Ray Wilkins, Guus Hiddink, Rafael Benitez, atau Steve Holland.

Chelsea Paling Merugi, Frank Lampard Terboros

Masih dilansir data yang dirilis Kieran Magure, Chelsea sejak format Premier League digulirkan pada 1992, menjadi tim yang paling merugi. Total 797 juta poundsterling (sekitar Rp15,2 triliun) kerugian The Blues hingga 2020 lalu. Angka tersebut melebihi Manchester City yang merugi hingga 636 juta poundsterling (Rp 12,1 triliun) dan berada di urutan kedua.

Bahkan, di antara pengeluaran yang memicu kerugian Chelsea, yang tertinggi adalah pada masa Frank Lampard. Pada musim ini saja, Chelsea menggelontorkan lebih dari 200 juta poundsterling untuk membeli 7 pemain bintang. Termasuk 71 juta poundsterling untuk memboyong Kai Havertz dari Bayer Leverkusen.

Pengeluaran tersebut melonjak dari pembelanjaan tertinggi sebelumnya yang dikeluarkan Antonio Conte pada awal musim 2017-18 sekitar 186 juta poundsterling. Tak heran dengan pengeluaran sebesar itu, apa yang dicapai Frank Lampard pada musim ini jauh dari ekspektasi hingga berujung pemecatan.

Bahkan, selama periode Roman Abramovich berkuasa, rasio kemenangan Frank Lampard menjadi yang terendah. Bersama Lampard, The Blues mencatat rasio 52,4% kemenangan, hanya lebih baik dari Andre Villas-Boas dengan 47,5%.

Frank Lampard dengan Jose Mourinho  Chelsea vs Tottenham Hotspur  laga ke-1000 The Blues pada era Roman Abramovich. (thesun.co.uk)
thesun.co.uk

Sebagai perbandingan, rasio kemenangan Jose Mourinho pada periode pertama menangani Chelsea mencapai 67,03%. Sedangkan Antonio Conte, Maurizio Sarri, Avram Grant, Carlo Ancelotti, hingga sebelumnya ada nama Claudio Ranieri, memiliki rasio di atas 60%.

Paling memprihatinkan adalah rerata poin per pertandingan yang dicapai Frank Lampard sebagai manajer Chelsea. Sejak musim lalu, dia hanya mencatat 1,67 poin per laga, terendah di antara manajer tetap Chelsea pada era Premier League.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More