Romelu Lukaku: Setelah Kalah Final Liga Europa, Saya Tak Berbicara 4 Hari

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, berbicara soal momen tersulitnya setelah timnya kalah di final Liga Europa musim lalu melawan Sevilla. Lukaku bahkan mengatakan bahwa dirinya sampai tidak mau berbicara selama empat hari.

Inter harus kalah 3-2 dari Sevilla pada babak final Liga Europa musim lalu. Romelu Lukaku berhasil membuka keunggulan lewat titik putih. Namun dia juga menjadi biang keladi gol ketiga Sevilla setelah tendangan salto Diego Carlos terdeflek oleh Lukaku.

Momen Romelu Lukaku membelokkan tendangan Diego Carlos yang berbuah gol kemenangan Sevilla.
Getty Images

“Itu adalah momen yang sulit bagi saya. Setelah laga itu, saya tidak berbicara selama 4 hari. Tetapi suatu hari saya bangun dan berpikir sendiri. Pada musim lalu, kami terpaut satu poin dari Scudetto, kalah di semifinal Coppa Italia karena tidak mampu mencetak satu gol pun, kemudian kalah 3-2 di final. Hal-hal seperti itu terjadi dan penderitaan dapat meningkatkan tim,” ucap Lukaku seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Lukaku melanjutkan, “menang adalah tentang usaha, karakter, ini adalah analisis tentang batasan seseorang. Anda bisa kalah, tapi hanya untuk belajar bagaimana untuk menang.”

Pemain timnas Belgia itu berbicara soal lawan tersulitnya di Serie A. Lukaku mengakui bahwa Kalidou Koulibaly merupakan bek yang paling sulit di lawan.

“Mereka semua kuat di Italia. Koulibaly sangat tangguh, saya suka bertarung dengan lawan. Bahkan melawan (Ragnar) Klavan, (Marash) Kumbulla, (Leonardo) Bonucci, atau (Alessio) Romagnoli. Bek yang baik membuat penyerang lebih baik, karena itu memaksanya untuk memberikan segalanya,” kata Romelu Lukaku.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More