Ronaldo Jadikan Haters Sebagai Motivasi

Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan bahwa Ia mendapatkan motivasi dari keberadaan orang-orang yang membenci dirinya.

Sejak masih bermain di Manchester United, Ronaldo memang hampir selalu menjadi pemain yang diejek oleh setiap penggemar tim lawan, terutama setelah insiden di Piala Dunia 2006 antara dirinya dengan Wayne Rooney.

Ketika pindah ke Real Madrid pada tahun 2009, Ronaldo juga masih menjadi sasaran utama dari pendukung tim musuh.

Meski kerap menjadi target ejekan dari fan musuh, Ronaldo justru menjadikannya sebagai motivasi untuk bermain lebih baik lagi.

“Aku tidak peduli ada yang membenciku karena hal itu mendorongku untuk berkembang. Ketika aku bermain tandang mereka selalu menyerangku, namun itu bagus,” terang pemain asal Portugal tersebut kepada The Times.

“Anda harus bisa melihat hal positif dari keberadaan haters. Aku membutuhkan lawan. Ini adalah bagian dari pekerjaanku,” tambah dirinya.

“Ketika aku memegang bola, mereka mulai berteriak. Itu telah dimulai sejak aku masih berusia 18 atau 19 tahun. Ini bukan masalah untukku. Ini adalah sebuah motivasi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, CR7 juga mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang selalu ingin belajar.

“Aku bukan orang paling rendah hati di dunia. Aku mengakui hal tersebut, namun aku senang untuk belajar,” urai Ronaldo.

“Namun, di satu sisi aku juga sangat rendah hati. Aku senang belajar dari atlet-atlet terbaik dan olahraga lain,” pungkasnya.