Saddil Ramdani: Saya Sempat Dibuang Karena Dianggap Tempramental

Football5Star.com – Pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani, baru-baru ini menceritakan soal perjalanan kariernya hingga jadi pesepak bola profesional. Dia mengaku sempat dibuang dari daerahnya sendiri karena dianggap tempramental.

Eks pemain Persela Lamongan itu mengaku tak mudah untuk mencapai karier yang saat ini sedang dijalaninya. Banyak perjuangan yang membuatnya sampai seperti ini.

Sebenarnya, Saddil mengaku sudah bermain bola sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi, pemain yang jua sempat berkarier di Pahang FA itu acap berpindah-pindah karena memang berbagai alasan.

“Saat SD kelas 5 keluar kota. Ke Kendari, ke Wara, Konawe. Tidak menetap. Bermain sepak bola. Dulu sempat tidak ingin melanjutkan sekolah karena sudah cinta dengan sepak bola,” ungkap Saddil Ramdani dalam wawancara di AA TIVI.

Reaksi Bhayangkara FC Ketika Tahu Saddil Ramdani Dipolisikan
Bhayangkara-Footballclub

Hingga akhirnya, Saddil mengaku sempat jatuh-bangun demi melanjutkan impiannya. “Saya memutuskan mencari uang dari sepak bola dan tidak berpikir melanjutkan sekolah,” sambung dia.

Tak cuma itu, pemain 21 tahun tersebut jua mengaku sempat dibuang dari daerah sendiri. Tak dijelaskan detailnya. Tapi dia mengaku karena saat itu sempat disebut tempramental.

“Dahulu saat saya dibuang dari daerah sendiri, dianggap tempramental, saya pindah ke Kendari. Mengikuti tarkam. Akhirnya saya ke Malang dan dititipkan ke coach Aji (Santoso) dan Djanur (Djadjang Nurdjaman). Sekolah sambil bermain sepak bola di ASIFA,” tutup Saddil Ramdani.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More