Samir Handanovic: Inter Milan Selalu Saja Kurang Beruntung!

  • Inter Milan kalah 2-3 dari Sevilla pada final Liga Europa
  • Samir Handanovic menilai I Nerazzurri tak dinaungi Dewi Fortuna
  • Kekalahan dari Sevilla dapat menjadi fondasi masa depan Inter

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan selalu menyakitkan. Apalagi jika itu dialami pada laga final ketika tangan tinggal sejengkal dari trofi juara. Hal itu pula yang dirasakan Samir Handanovic setelah Inter Milan takluk 2-3 dari Sevilla pada final Liga Europa, Sabtu (22/8/2020) dini hari WIB.

Hal yang membuat Handanovic sangat bersedih hati, Inter kalah karena seperti dijauhi Dewi Fortuna. Menurut dia, bukan hanya pada final Liga Europa hal itu dialami I Nerazzurri.

“Ini adalah final dan kami kalah. Sungguh buruk. Ada kepahitan luar biasa, kekecewaan luar biasa,” kata Samir Handanovic seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb. “Tahun ini, kami selalu saja kekurangan sesuatu, bukan hanya pada laga ini. Kami perlu memulai lagi dengan lebih kuat.”

Momen Romelu Lukaku membelokkan tendangan Diego Carlos yang berbuah gol kemenangan Sevilla.
Getty Images

Secara spesifik, Handanovic menunjuk dua insiden pada yang membuktikan Dewi Fortuna tak berada di pihak Inter. Dua-duanya terkait Romelu Lukaku.

“Apa yang hilang? Akan mudah mengatakannya. Kupikir pertandingan ini terkait beberapa episode tertentu. Misalnya kegagalan Lukaku mencetak gol. Pada babak kedua, kami seharusnya bisa lebih baik karena mereka lebih kelelahan dari kami. Lalu, ada episode bunuh diri (bola yang berbeok karena Lukaku),” urai Handanovic lagi.

Fondasi Masa Depan Inter

Meskipun kecewa dan marah, Samir Handanovic tetap menilai ada sisi positif dari kekalahan di final Liga Europa. “Ini adalah titik untuk jadi permulaan. Kami harus tetap berpikir positif. Dari kekalahan, kita belajar sesuatu,” kata kiper Slovenia itu.

Samir Handanovic dua kali dijebol sundulan Luuk de Jong pada final Liga Europa melawan Sevilla.
tuttomercatoweb.com

Hebih lanjut, Handanovic berujar, “Kami hanya berharap akan melakoni banyak laga penting seperti ini lagi pada masa datang. Fondasi untuk itu sudah ada.”

Inter Milan takluk 2-3 dari Sevilla pada final Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Koeln, Jerman. Sempat unggul berkat penalti Lukaku, I Nerazzurri balik tertinggal oleh brace sundulan Luuk de Jong. Sempat menyamakan kedudukan melalui gol dari Diego Godin, Handanovic cs. akhirnya harus bertekuk lutut oleh gol Diego Carlos.

Bagi Inter Milan kekalahan Samir Handanovic dkk. dari Sevilla adalah kekalahan kedua pada final Liga Europa/Piala UEFA. Sebelumnya, I Nerazzurri mengalami hal yang sama pada musim 1996-97. Kala itu, mereka ditaklukkan FC Schalke 04 pada leg II lewat adu penalti.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More