Sejak 2009, Guardiola Sudah Akui Kehebatan Pochettino

Football5star.com, Indonesia – Klub kaya Prancis, Paris Saint Germain (PSG), Minggu (3/1/2021) resmi mengumumkan Mauricio Pochettino menjadi pelatih anyar menggantikan Thomas Tuchel. Pelatih asal Argentina itu kembali ke klub yang dibelanya saat jadi pemain pada 2001 hingga 2003.

Pochettino adalah salah satu pemain PSG di era Ronaldinho. Ia membela PSG bersama pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta, bintang Nigeria, Jay-Jay Okocha serta rekan senegaranya, Gabriel Heinze. Setelah hanya menyumbang gelar Piala Intertoto, Pochettino hijrah ke Espanyol dan pensiun di klub Catalan tersebut.

Mauricio Pochettino - PSG - psg.fr

Karier kepelatihannya pun dimulai di Espanyol. Sebagai pelatih muda di Liga Spanyol, Pochettino terbilang pelatih yang cukup sukses. Bahkan pada Februari 2009, ia mampu membuat Espanyol menang di derbi Catalan melawan Barcelona.

Mengalahkan Barcelona jadi prestasi tersendiri bagi Pochetiino. Barca yang kala itu dilatih oleh Pep Guardiola memiliki skuat terbaik dan meraih gelar treble winners.

“Saya tidak tahu bagaimana kami melakukannya. Espanyol di bawah Barcelona. Semua orang mengatakan bahwa kami akan mati, tidak ada peluang untuk menang. Itu adalah kemenangan istimewa,” kata Pochettino saat itu seperti dikutip Football5star.com dari thesefootballtimes.co

Pelatih Barca kala itu, Pep Guardiola juga mengakui kehebatan taktik Pocheetino. Guardiola bahkan merasa pada musim itu, Espanyol dan Pochettino terus berusaha untuk mengejar Barca.

“Ada tim yang menunggu Anda dan tim yang mencari Anda. Espanyol mencari kami. Saya merasa sangat dekat dengan gaya sepak bola mereka. Dalam kasus Espanyol dan Pochettino, ini lebih seperti kasus diburu dan dikejar tanpa heti oleh tim yang hanya membutuhkan waktu sedikit untuk beradaptasi dengan gaya pelatih yang berbeda,” kata Guardiola.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More