Semangat Persija Ketika Sua PSMS di Final 1979 Membara Karena Hal Ini

Football5Star.com, Indonesia – Sempat tak diunggulkan, Persija Jakarta bak bangkit saat bersua PSMS Medan di final Liga Indonesia 1979. Ada hal lain yang diakui membuat para pemain ibu kota kala itu tampil begitu bergelora.

Sebelum pertandingan, Macan Kemayoran memang tak terlalu diunggulkan. Sebab, dari tujuh laga mereka hanya menjalani empat kemenangan, satu imbang dan dua kekalahan. Rekor ini berbanding terbalik dari sang lawan yang cukup hasil imbang untuk menjadi juara.

Namun kondisi tidak menguntungkan tidak membuat mereka gentar. Hal ini disampaikan salah satu pemain yang berjasa mengantarkan meraih juara, Wahyu Hidayat. Dia menyebut kalau saat itu semangat pemain Macan Kemayoran tiba-tiba bergelora ketika jumpa PSMS Medan, 20 Januari 1979, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Semangat Persija Ketika Sua PSMS di Final 1979 Berlipat Karena Hal Ini
Persija.id

“Saat itu semangat para pemain berlipat ganda. Saat menginjak rumput GBK dan melihat banyaknya penonton, kami menekankan diri harus menang. Saya ingat betul momen itu,” ujar pemain yang kerap memakai nomor punggung 14 itu dalam laman resmi Persija Jakarta.

Semangat para pemain Persija terbukti di lapangan. Sempat kesulitan di babak pertama, Andi Lala berhasil mencetak gol pada pertengahan babak kedua. Gol ini menjadi satu-satunya di laga saat itu dan membuat tim asuhan pelatih asal Polandia, Marek Jonata menjadi juara.

“Saat sudah memakai jersey Persija, semangat pemain bertambah. Kami tidak mau kalah. Apalagi saat itu banyak pemain yang asli dari Jakarta ataupun binaan Persija,” tutup dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More