Sempat Jadi Top Skorer, Pelatih Bhayangkara FC Cerita Alasan Pensiun Dini

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, bercerita alasan memutuskan pensiun dini meski sempat jadi top skorer. Dia menyebut kalau saat itu merupakan keputusan sulit tapi ingin mengubah takdirnya.

Saat menjadi pemain, Munster merupakan salah satu striker tajam. Dia pernah memperkuat beberapa klub ropa, seperti London City, Slavia Praha, hinga Linfield. Performa terbaiknya ada saat dia memperkuat London City.

Bahkan Paul Munster menjadi top skorer dengan mencetak 25 gol semusim sebelum pergi. “Saya ingat pertandingan terakhir. Saya mencetak 21 gol dan saya memberi tahu tim bahwa saya akan mendapatkan empat gol dan mereka tidak memercayai saya, tetapi itulah mentalitas yang saya miliki,” kata Munster dikutip the Guardian.

“Lalu ada yang memantau saya dari Slavia. Dia berbicara di telepon pada babak kedua dan memberi kabar kepada pelatih kepala di Slavia dengan mengatakan: ‘Anak ini terus mencetak gol. Itu bukan satu atau dua, ini tiga atau empat.’ Tim saya berada di urutan kedua dari bawah di liga saat itu dan kami hanya mencetak 35 gol,” sambung Paul Munster.

Munster lalu uji coba selama tiga minggu di Praha dan mendapatkan kontrak satu musim dengan raksasa Ceko itu. Meski tampil mengesankan dalam pertandingan persahabatan, Munster merasa sulit untuk membuat dampak di tim utama.

“Kami mengalami satu bulan di mana kami beristirahat dan para penggemar memilih saya sebagai Player of the Month. Saya adalah pencetak gol terbanyak dalam sebuah turnamen, tetapi saya tidak bisa memulai di liga. Saya hanya dimasukkan sebagai pemain pengganti,” papar dia.

Putuskan Pensiun

Selama memperkuat Slavia Praha di laga resmi, dia cuma tampil dalam tiga laga dan tak mencetak gol. Paul Munster akhirnya gagal melejit hingga akhirnya frustrasi dan pensiun dini pada usia 30 tahun.

“Sebelum saya bermain untuk London City, saya melatih orang-orang. Ketika tawaran datang pada usia 30 di Swedia, orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya bisa bermain selama lima atau enam tahun lagi tetapi saya berpikir ke depan,” kata Paul Munster.

“Saya selalu menjadi seseorang yang memikirkan masa depan saya dan saya selalu percaya bahwa saya akan menjadi pelatih yang lebih baik daripada seorang pemain. Sejauh ini hal itu mulai terjadi. Syukurlah, sejauh ini semuanya berjalan dengan baik. Saya memiliki pengalaman, kualifikasi setinggi mungkin, saya pernah menjadi pelatih kepala, direktur teknik dan saya menang,” tutup Munster.

Bhayangkara FCPaul Munster