Sempurna di Fase Grup, Bayern Munich Dihantui Fakta Buruk

Football5Star.com, Indonesia – Sempurna. Enam kali bermain, enam kali menang. Begitulah pencapaian Bayern Munich pada fase grup Liga Champions musim ini. Kepastian hasil sempurna diraih berkat kemenangan 3-1 atas Tottenham Hotspur pada matchday VI, Kamis (12/12/2019) dini hari WIB.

Hasil sempurna tersebut adalah prestasi tersendiri. Sepanjang sejarah Liga Champions, ini merupakan kali ketujuh ada tim yang selalu menang pada fase grup. Bayern Munich merupakan klub keenam yang melakukannya.

Lima klub lain yang lebih dulu membukukan prestasi serupa pada penyisihan grup adalah AC Milan pada 1992-93, Paris Saint-Germain (1994-95), Spartak Moskva (1995-96), Barcelona (2002-03), dan Real Madrid (2011-12, 2014-15).

AC Milan jadi satu-satunya tim yang lolos ke final Liga Champions dengan rekor sempurna pada fase grup.
om.fr

Dibanding tim-tim itu, Bayern Munich musim ini adalah yang terbaik. Pasalnya, Robert Lewandowski cs. mampu membukukan 24 gol dan hanya kebobolan lima kali. Selisih gol +19 adalah yang terbaik. Itu melewati catatan Real Madrid musim 2011-12 yang mencetak 19 gol dan kebobolan dua gol.

Akan tetapi, kesempurnaan pada penyisihan grup tersebut justru bukanlah pertanda bagus dalam upaya meraih gelar juara. Dari enam kesempatan sebelumnya, tak satu pun tim dengan hasil sempurna pada fase grup yang tampil sebagai kampiun.

Tiga kali tim dengan rekor sempurna pada fase grup tersingkir pada semifinal. Itu dialami PSG pada 1994-95 serta Real Madrid pada 2011-12 dan 2014-15. Sisanya, dua kali tersandung pada perempat final dan sekali kalah di final.

Satu-satunya tim yang lolos ke final Liga Champions dengan catatan sempurna saat fase grup adalah AC Milan. Namun, hasil apik itu tak berarti apa-apa karena kalah 0-1 di final dari Olympique Marseille gara-gara gol semata wayang Basile Boli.