Sempurnanya Pesta Sang Singo di Kanjuruhan

Tak ada yang berbeda sore itu. Matahari mulai condong ke barat tanda waktu semakin mendekati senja. Aremania dan Aremanita pun berduyun-duyun mendatangi Stadion Kanjuruhan dari berbagai penjuru.

Arus lalu lintas dari dan menuju stadion pun harus direkayasa sedemikian rupa untuk membuatnya tetap lengang. Namun tampaknya tak bekerja dengan baik mengingat banyaknya orang datang.

Satu hal yang berbeda sore itu adalah lawan yang akan dihadapi Arema. Siapa lagi kalau bukan tetangga dari utara, Persebaya Surabaya. Kubu yang selama ini jadi seteru mereka dalam skena persepakbolaan tanah air.

Hari pertandingan yang digelar tengah pekan pun tak menyurutkan langkah mereka. Tua, muda, bujang, atau pun sudah berkeluarga, tetap antusias menyambut pertandingan super penting bagi mereka.

Bejo Sugiantoro - Persebaya Surabaya - Arema FC 2
football5star.com/ErvanSatrio

Aura magis semakin terasa ketika Ovan Tobing, MC pertandingan, berbicara melalui pengeras suara. Suara Ovan yang menggugah menambah semangat seisi stadion. Tidak mengherankan karena sudah puluhan tahun ia mengisi posisi itu.

Pertandingan pun dimulai. Singo Edan langsung tancap gas sejak menit pertama untuk mengejar gol cepat. Gemuruh dari seisi stadion membuat semangat para pemain Arema bertambah hingga berlipat-lipat.

Penonton semakin bersorak kegirangan setelah sang putra daerah, Dendi Santoso, mencetak gol pembuka dengan cara fantastis. Ia melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Saking derasnya, bola tak mampu dihalau kiper Persebaya, Miswar Saputra.

Gol itu jadi awal dari gelontoran gol-gol selanjutnya dari anak-anak Malang. Babak kedua menjadi “ladang pembantaian” bagi para pemain Persebaya. Mereka semakin tak berdaya meladeni permainan Arema yang cepat dan menyerang tanpa henti.

Ketika pertandingan selesai, tak ada yang menyangka bahwa skor akhir bisa 4–0. Sesuatu yang menurut Yuli Sumpil, dirijen Aremania, berguyon. “Terlalu banyak golnya, kasihan mereka (Persebaya)” ucapnya seraya terkekeh.

Namun, tidak demikian halnya di mata pelatih Arema FC, Milomir Seslija. Justru Milo, sapaan akrabnya, pertandingan ini berakhir sesuai harapan. “Kami berhasil membuat Persebaya tidak bisa banyak bergerak. Kami tahu kelemahan mereka. Aremania pun berhasil membuat suasana sangat fantastis. Aku rasa semuanya berjalan dengan sempurna,” ucapnya.

Ibarat panggung pentas, skenario memang berakhir seperti yang diharapkan sebagian besar penonton. Tiga poin, menang besar, melawan musuh bebuyutan, fans mana yang tak mau mengalami hal itu.

“Hari ini kita berhasil menyelesaikan pertandingan dengan baik. Aremania dan Aremanita terlah memperlihatkan sikap baik. Sekarang, tugas selanjutnya adalah kita semua bisa pulang ke rumah dengan selamat, tanpa ada masalah apa pun,” kata Ovan Tobing menutup tugasnya sore itu.

Comments
Loading...