Sensasi Dortmund Bukan Hanya Dembele

Football5Star.com, Indonesia – Ousmane Dembele. Saat ini, nama itulah yang pertama kali terlintas di pikiran ketika mendengar orang menyebut Borussia Dortmund. Pasalnya, Dembele memang sensasi Dortmund paling utama. Pada musim pertamanya, dia tampil sebagai Rookie of The Year. Lalu, tiba-tiba saja dia mogok latihan karena mendapat tawaran hengkang ke Barcelona. Namun, sensasi Dortmund bukan hanya Dembele.

Sensasi Dortmund lain ada di tim junior. Namanya Youssoufa Moukoko. Belakangan ini, dia menjadi buah bibir dan perdebatan di Jerman. Gara-garanya, dia mampu mengemas 8 gol dalam 3 laga yang dijalani tim U-17 Dortmund. Adapun hal yang paling sensasional, dia baru berumur 12 tahun!

Perdebatan muncul karena Moukoko yang berumur 12 tahun mampu berduel fisik dengan pemain-pemain lain yang empat tahun lebih tua. Kecurigaan muncul, jangan-jangan dia memalsukan umur. Sang ayah, Joseph, memang menunjukkan akta kelahiran yang menunjukkan Moukoko lahir pada 20 November 2004. Namun, karena lahir di Jaunde, Kamerun, kecurigaan soal pemalsuan umur tak terkikis.

Mengenai kiprah sang pemain di tim dan kompetisi U-17, Deutscher Fussball Bund (DFB) menyatakan tak ada masalah. Tak ada pelarangan bagi pemain berumur 12 tahun berada di kelompok umur lebih tinggi.

Meski begitu, DFB menegaskan, “Talenta seperti Youssoufa Moukoko adalah pengecualian. Tidak semua pengecualian harus dijadikan contoh untuk diikuti. Demi perkembangan sepak bola, model seperti ini dalam banyak hal tidak dianjurkan.”

Sebastian Geppert, pelatih tim U-17 Die Schwarzgelben, pun tak terlalu ambil pusing. “Saya hanya bisa berkomentar positif tentang dia. Youssoufa mampu bersaing dengan para pemain yang lebih tua. Akan tidak adil bila dia dibiarkan bermain di tim U-15,” kata dia kepada Die Welt, akhir pekan lalu. Soal kontrovesi yang muncul, Geppert berujar, “Lagi pula, dia belumlah bermain (untuk tim senior) di Signal Iduna Park.”

Terlepas dari kontroversi yang muncul, kiprah Moukoko patut dinantikan. Seperti kata Die Welt, tidak semua talenta hebat bisa menjadi pemain hebat.

Comments
Loading...