Sepak Bola: Zidane Dibayangi Rekor Buruk Pelatih Asal Prancis di Final Liga Champions

Zinedine Zidane berkesempatan menorehkan prestasi spesial pada musim debutnya sebagai pelatih. Dia berpeluang mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 2015-16. Namun, Zidane dibayangi oleh rekor buruk para pelatih asal Prancis pada laga puncak kompetisi antarklub terelite di Eropa tersebut.

Pada Minggu (29/5), Zidane akan mengantar Los Blancos meladeni rival sekota, Atletico Madrid, dalam laga final Liga Champions. Kalau menang, dia akan menjadi orang asal Prancis pertama yang bisa menjuarai Liga Champions dalam kapasitas sebagai pelatih.

Sebelumnya belum pernah ada pelatih asal Prancis yang mampu merebut trofi The Big Ear. Ketika sudah ada yang membawa timnya ke partai puncak, mereka selalu saja gagal.

Jejak kegagalan pelatih asal Prancis di final Liga Champions dimulai oleh Albert Batteux. Bersama Stade de Reims, Batteux pernah dua kali menembus partai puncak Liga Champions. Hal itu dilakukannya pada musim 1955-56 dan musim 1958-59. Namun, dua kali juga Batteux mesti menelan kekalahan dari Madrid yang dihadapinya dalam dua final berbeda.

Sesudah itu, giliran Didier Deschamps yang mengalami nasib buruk. Bersama AS Monaco, Deschamps mampu bermain di final Liga Champions musim 2003-04. Namun, Monaco yang dilatihnya dikandaskan oleh FC Porto didikan Jose Mourinho.

Pelatih asal Prancis terakhir yang gagal pada final Liga Champions ialah Arsene Wenger. Dia memang bisa membawa Arsenal pada laga final musim 2005-06. Namun, The Gunners yang diasuh Wenger menyerah kalah dari Barcelona.

Catatan buruk ini membayangi persiapan Zidane untuk menukangi Los Blancos pada laga final Liga Champions. Namun, di balik itu, dia mempunyai kesempatan besar untuk menjadi orang Prancis pertama yang menjuarai Liga Champions sebagai pelatih.

 

Comments
Loading...