Serangan Jantung Memang Jadi Teror Menakutkan Pesepak Bola

Football5Star.com, Indonesia – Serangan jantung diakui memang menjadi teror menakutkan bagi pesepak bola di manapun dan siapapun. Hal itu diakui oleh salah satu legenda Timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, yang menyebut kalau memang pemain harus benar-benar sehat sebelum tampil.

Meninggalnya legenda, Ricky Yacobi, saat sedang bermain sepak bola dan diduga terkena serangan jantung harus menjadi pelajaran berharga. Bambang Nurdiansyah, menyebut kalau memang untuk hal ini harus menjadi perhatian, terutama bagi yang tak muda lagi.

“Imbauan untuk teman-teman mantan pemain, kita belum tua tapi tak muda lagi. Jadi hati-hati kalau mau main bola sesuaikan umur dan kemampuan. Apalagi main bola pagi, kita sudah tak muda lagi. Jadi istirahatnya kurang cukup, harus diperhatikan,” kata Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.

Meninggalnya Ricky Yacobi Jadi Pelajaran Legenda Timnas Indonesia Lain Kronologi Detik-Detik Meninggalnya Ricky Yacobi, Usai Cetak Gol Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola

Setiap klub, menurut Bambang, memang sudah mewanti-wanti soal kemungkinan serangan jantung menyerang pesepak bola. Makanya, setiap ada kedatangan pemain baru, selalu harus ada yang namanya tes kesehatan. Hal itu untuk meminimalisir semua hal yang tidak diinginkan ketika bermain, termasuk terulangnya kasus seperti almarhum Ricky Yacobi.

“Sebelum tanda tangan kontrak ada tes kesehatan. Setelah itu tes fisik. Ketika kecolongan juga, ini manusia, bukan mesin. Bisa saja terjadi serangan jantung,” ungkap Bambang Nurdiansyah.

“Tapi tindakan dini juga dilakukan. Termasuk di sini. Setelah kesehatan bagus lalu baru ke fisik,” sambung dia.

Sebenarnya, dalam hal kepelatihan, Bambang juga menyebut sudah dipelajari. Termasuk soal pertolongan pertama kalau ada pemain yang tiba-tiba kolaps di lapangan.

“Dalam ilmu kepelatihan ada materi dokter, pertolongan pertama kepada pemain ketika alami serangan jantung, bagaimana mengatasinya, dan sebagainya,” tutup Bambang Nurdiansyah.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More