Shin Tae-yong Belum Juga Datang, PSSI Kembali Bersuara

Football5Star.com, Indonesia – PSSI kembali memberi tenggat waktu usai Shin Tae-yong belum juga datang ke Indonesia untuk memimpin Timnas U-19 Indonesia. Paling tidak, pekan depan, Shin harus sudah ada di Tanah Air.

Seperti diketahui, PSSI memang kukuh agar pelatih asal Korea Selatan itu melakukan TC dahulu di Indonesia usai sempat adanya permasalahan antarkeduanya. PSSI sempat menyebut kalau Shin akan datang ke Indonesia pada awal Juli.

Akan tetapi nyatanya, hingga saat ini Shin Tae-yong belum juga menampakkan batang hidungnya di Indonesia. Ketum PSSI, MOchamad Iriawan, berharap sang pelatih datag setidaknya pada pekan depan atau minggu kedua Juli.

Son Heung-Min Doakan Shin Tae-yong Sukses di Timnas Indonesia Kepada Media Korsel, Shin Tae-yong Akui Mulai Tak Sejalan dengan Ketum PSSI Football5Star.com - Indonesia, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku mulai tak sejalan dengan Ketum PSSI, Mochamad Iriawan kepada media Korsel. Dia menyebut kalau sikapnya belakangan berubah karena beberapa kebijakan PSSI. Baru beberapa bulan di Indonesia, Tae-yong tampaknya mulai tak sependapat dengan beberapa kebijakan PSSI. Ada beberapa hal yang membuat dia merasa kalau visi dan misi membangun sepak bola Indonesia menemui beberapa rintangan. Hal itu setelah dia berbicara ke salah satu media Korea Selatan, Joins. Dia menyebut kalau awalnya Mochamad Iriawan sebenarnya mendukung penuh programnya. Tapi belakangan ada yang berubah. "Ketua PSSI (Iriawan) awalnya diwawancarai media lokal dan berkata mendukung penuh semua program saya. Saya ditantang untuk membawa perubahan. Tapi, untuk melakukan itu, kita harus bergerak bersama, langkah demi langkah. Awalnya saya melakukan semuanya seperti itu, tapi sikap saya berubah," ungkap Shin Tae-yong. Tae-yong tak mau menjelaskan secara rinci apa yang dipermasalahkannya terhadap kebijakan PSSI. Tapi dia menyebut kalau memang untuk memperbaiki sepak bola INdonesia, dibutuhkan konetivitas dan komunikasi yang lancar agar bisa bekerja bersama-sama. "Saya tak ingin banyak bicara. Tapi, Asosiasi Sepak bola Indonesia harus fokus pada sepak bola. Negara-negara yang sepak bolanya berkembang, lebih banyak mengenal asosiasi secara transparan," pungkas Shin Tae-yong.

“Tadinya minggu ini. Minggu pertama, paling telat minggu kedua. Saya akan tetap minta Shin Tae-yong ke Indonesia untuk melihat anak-anak terlebih dahulu, kemudian dikumpulkan lalu dikerucutkan,” kata Iriawan kepada awak media.

Sebenarnya, eks Kapolda Metro Jaya dan Jawa Barat itu tak masalah Timnas U-19 diboyong ke Korsel. Tapi, setelah menghubungi aparat terkait di sana, Timnas U-19 Indonesia harus menjalani karantina terlebih dahulu dan tentunya memakan waktu banyak.

“Nanti kalau ke Korea dibawa sama dia langsung. Di sana 14 hari nanti karantina, berarti ada waktu cukup terbuang. Kalau dia ke sini, datang di SWAB tes satu hari sudah bisa melatih jadi waktunya tidak sayang dan tidak terbuang dengan sia-sia,” sambung dia.

“Saya tetap minta Shin Tae-yong ke sini dulu. Dilihat dulu, kerucutkan dulu jadi 23/30 pemain, baru silakan bawa. Dia minta pemain di bawa ke Korea, tapi kami komunikasi dengan pemerintah Korea, maunya kami tidak karantina,” tutup Mochamad Iriawan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More