Shin Tae-yong Jawab Pertanyaan Indra Sjafri Soal TC di Korsel

Football5star.com, Indonesia – Direktur teknik timnas Indonesia, Indra Sjafri buka suara terkait pernyataan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong yang menginginkan pemusatan latihan timnas berlangsung di Korea Selatan.

Di halaman resmi PSSI, Indra Sjafri yang bicara panjang lebar soal konflik dirinya dengan Shin Tae-yong mempertanyakan soal alasan pemusatan latihan timnas harus berlangsung di Korea Selatan.

“Masak masih seleksi saja harus jauh-jauh ke luar negeri? Terlalu banyak orangnya, juga bagaimana nanti teknis pemulangannya kalau ada yang dicoret?” tanya Indra Sjafri.

Shin Tae-yong Bahas Ratu Tisha Dipecat dan Sindir Indra Sjafri Football5Star.com - Indonesia, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, membahas pemecatan Ratu Tisha oleh PSSI dan jua menyindir Indra Sjafri. Hal itu saat dia diwawancarai oleh salah satu media di Korea Selatan. Seperti diketahui, PSSI memang memecat Ratu Tisha beberapa waktu lalu usai disindir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI. Hal ini memang sempat menjadi perbincangan publik. "Pejabat dan pengambil kebijakan Asosiasi Sepak Bola Indonesia sering berubah. Sekretaris Jenderal (Ratu) Tisha yang populer di kalangan penggemar karena kemampuannya, tiba-tiba dipecat pada bulan April," ungkap Shin Tae-yong kepada Joins. Dia jua menyindir soal Indra Sjafri. Hubungan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri memang meregang beberapa waktu lalu. Hal itu setelah Timnas U-19 Indonesia usai menjalani pemusatan latihan di Thailand. Indra sendiri sudah tak lagi menjabat sebagai asisten Tae-yong dan kini duduk sebagai Direktur Teknik PSSI. "PSSI senang menerima pelatih lokal. Namun, setelah pelatihan di Thailand, pelatih lokal pulang tanpa sambutan dari bandara. Keesokan harinya, ketika saya mengakui kesalahan saya di pertemuan itu, saya mencoba menerimanya," papar dia. Shin Tae-yong tak menampik sempat ada masalah dengan Indra Sjafri. Tetapi, ketika kembali ke Indonesia dia sudah menemui eks pelatih Timnas U-19 Indonesia itu. Namun, dia malah jadi disalahkan. "Dia bertanya kepada saya apa yang saya lakukan salah. Seorang kepala asosiasi sepak bola dari seorang perwira polisi berpangkat tinggi meminta saya untuk menelepon (Indra Sjafri). Sang pelatih meninggalkan kantor dua bulan kemudian dan menjadi Direktur Teknis dari Asosiasi Sepak Bola," papar Tae-yong.

Shin Tae-yong seperti dikutip Football5star.com dari mk.co.kr, Minggu (21/6/2020) punya alasan tersendiri mengapa ia ingin mengadakan pemusatan latihan di negaranya.

“Jika Anda memanggil 30 pemain, Anda harus hidup dengan 55 hingga 66 orang, dari pelatih hingga staf, bukankah bebannya terlalu besar?” kata Shin.

“Saya berencana untuk membawa timnas U-19 ke Gyeongju, Korea dan melatihanya, tetapi saya tekankan bahwa saya bisa melatih di mana saja. Tim Indonesia harus bersaing dengan tim yang kuat untuk mengembangkan permainan mereka,” tambahnya.

Menurut eks pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 tersebut, dirinya ialah pelatih yang mengerti soal nilai-nilai di sepak bola. Dirinya saat ini fokus pada tanggung jawab profesionalnya membuat timnas Indonesia lebih kuat.

“Aku jelas melihat bagaimana dirinya bisa mencapai nilai-nilai pada sepak bola, tetapi asosiasi sepak bola tidak mau mendengarnya. Ketika saya pergi, saya ingin tim yang saya latih terus kuat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Shin mengatakan bahwa dirinya saat ini bukan sedang ingin berkonflik dengan PSSI. Menurutnya yang lebih penting ialah membangun timnas Indonesia jadi lebih baik.

“Media lokal melaporkan bahwa saya berkonflik dan berselisih dengan PSSI. Itu tidak penting, dan banyak orang Indonesia lebih ingin agar tim sepak bola mereka meningkat hingga mencapai hasil maksimal,” kata Shin.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More