Shin Tae-yong: Saya Bukan Ingin Perang dengan PSSI!

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menegaskan bahwa dirinya saat ini bukan sedang ingin berperang atau berkonflik dengan federasi sepak bola Indonesia, PSSI. Menurutnya apa yang dikabarkan soal dirinya dengan PSSI bukan hal yang penting.

“Media lokal melaporkan bahwa saya berkonflik dan berselisih dengan PSSI. Itu tidak penting, dan banyak orang Indonesia lebih ingin agar tim sepak bola mereka meningkat hingga mencapai hasil maksimal,” kata Shin seperti dikutip Football5star.com dari mk.co.kr, Minggu (21/6/2020).

“Saya tidak ingin melawan asosiasi sepak bola Indonesia. Saya berharap untuk berlatih di mana pun itu,” tambahnya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan, Shin Tae-yong, Timnas Indonesia - pssi

Hubungan antara Shin Tae-yong dengan PSSI memanas beberapa waktu ke belakang. Hal ini disebabkan eks pelatih Korsel itu mengungkapkan ketidaknyamanannya melatih timnas kepada media Negeri Gingseng.

“Kami juga sudah tanyakan, sudah konfirmasi ke Shin Tae Yong apakah benar statement itu, siapa tahu kan tidak benar. Kami tidak tahu media Korea seperti apa. Jadi kita tunggu dari Shin Tae Yong langsung. Kami tidak akan bicara selama belum ada omongan langsung dari Shin Tae Yong,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Konflik ini kian jadi bola liar saat Shin dikabarkan menolak untuk kembali ke Indonesia dan meminta pemusatan latihan berlangsung di negaranya.

“Saya meminta pendapat asosiasi mengenai hal ini, dan saya sudah menyusun road map ini dan akan memperjuangkannya. Sepertinya saya akan pergi [ke Indonesia] pada awal atau pertengahan Juli, tetapi di Indonesia banyak orang yang dikonfirmasi [mengidap covid-19], jadi tidak mudah untuk menentukan tanggal,” ucap Tae Yong dikutip dari Hankyung beberapa waktu lalu.

Direktur teknik timnas, Indra Sjafri bahkan sampai buka suara. Di halaman resmi PSSI, Indra mengungkap soal perlakuan Shin terhadap dirinya. Eks pelatih timnas U-19 itu juga sempat mempertanyakan soal keinginan Shin mengadakan pemusatan latihan di Korea Selatan.

“Masak masih seleksi saja harus jauh-jauh ke luar negeri? Terlalu banyak orangnya, juga bagaimana nanti teknis pemulangannya kalau ada yang dicoret?” tanya Indra Sjafri.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More