Shin Tae-yong Tersudutkan, Warganet Kompak Pojokkan Indra Sjafri

Football5star.com, Indonesia – Konflik antara pelatih timnas Indonesia dengan pihak direktur teknik timnas, Indra Sjafri serta induk sepak bola nasional, PSSI mematik warganet untuk turut bersuara.

Sejak halaman resmi PSSI mempublikasikan sanggahan Indra Sjafri terkait wawancara Shin Tae-yong kepada media Korea Selatan, News.Joins, warganet malah nyinyir dengan langkah yang diambil oleh mantan pelatih timnas U-19 tersebut. Mayoritas warganet justru menganggap apa yang dilakukan Indra Sjafri sangat tidak elok.

Di halaman Twitter, per Senin dinihari WIB (22/6/2020) Indra Sjafri jadi trending topic di Indonesia. Mayoritas cuitan terkait pelatih asal Sumatra Barat itu lebih banyak memojokkannya.

“IS pelatih yang suka menganak emaskan pemain temuannya,dan sok gengsi tentang pemain keturunan indo,selain itu IS juga minim strategi,permainan sering monoton.” kicau salah satu warganet.

“orang yg jujur dan integritas kayak STY memang gk cocok kerja sama denganmu, kualitasmu jauh di bawah STY, STY gk akan menyesal dan rugi jika gk di perpanjang federasi, itu karakter pelatih kelas dunia, beda dengan seorang penjilat.” tambah warganet lainnya.

“Aturan kan biarin Shin Tae-Yong kembangin metode kepelatihannya. Dia ditunjuk jadi headcoach karna federasi yakin sama kapasitas dan kapabilitasnya. Kalo gapercaya sama STY ngapain di kontrak? Tunjuk Indra Sjafri aja jadi headcoach yang terkenal paling nasionalis itu”

Kepada media Korsel, News.Joins, Shin Tae-yong dalam wawancaranya memang mengungkap sejumlah poin keberatannya. Salah satunya soal staf pelatih yang tidak bertegur sapa dengannya setelah selesai latihan di Thailand. Ia menyebut pelatih itu meninggalkan posisinya selama dua bulan dan menjadi direktur teknik.

Mendapat tudingan seperti itu, Indra Sjafri pun tak tingga diam. Lewat halaman resmi PSSI, pelatih 57 tahun tersebut mengatakan bahwa apa yang dikatakan eks pelatih Korsel tersebut tidak benar.

“Kita harus tegaskan bagaimana duduk perkara sebenarnya. Agar publik tahu lengkap dan tidak sepotong-potong. Ini juga soal harga diri bangsa kita diperlakukan seperti ini,” kata Indra pada 20 Juni 2020.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More