Siapa Bilang Sepak Bola Italia Tak Punya Akademi Moncer

Football5star.com, Indonesia – Selama ini banyak pihak menganggap bahwa sepak bola Italia tak memiliki akademi moncer seperti milik Barcelona atau Ajax. Prestasi Atalanta musim ini tak bisa dilepaskan dari hebatnya akademi yang mereka miliki bernama Centro Sportivo Bortolotti.

Akademi sepak bola ini merupakan kawah candradimuka bagi pesepak bola top Italia, sebut saja Roberto Donadoni, Filippo Inzaghi, Giampaolo Pazzini hingga Christian Vieri. Bahkan dua alumni penggawa Timnas Italia yang mengantarkan Azzurri raih Piala Dunia 1982, Gaetano Scirea dan Antonio Cabrini juga jebolan dari Bortolotti.

Di bangunnya akademi Bortolotti tak bisa dilepaskan dari kerja keras dari mantan pelatih Atalanta, Giuseppe Ciatto. Ia adalah sosok yang memaksa manajemen Atalanta untuk membangun Bortolotti pada awal 1940-an dan baru pada 1991 akademi ini alami perombakan yang secara krusial.

Atalanta - Gennaro Gattuso - AC Milan - @Atalanta_BC 2

Seperti dikutip football5star.com dari atalanta.it, Sabtu (10/5/2019), pada 1991, manajemen Atalanta mengangkat Stefano Bonaccorso sebagai direktur akademi klub. Ia disebut-sebut sebagai sosok yang banyak menghasilkan pesepakbola terbaik di Italia.

Di Bergamo, Bonaccorso punya terobosan revolusioner. Ia menghilangkan mitos yang selama ini melekat pada sepak bola Italia yakni taktik konservatif kaku dan terfokus pada defensif. Ia mengelola Bortolotti dengan mengedepankan pada kualitas teknis anak asuhnya sesuai dengan perkembangan sepakbola saat ini.

“Mari kita lupakan formasi 3-5-2, 4-3-3, atau 4-5-1, itu semua hanya deretan angka semata yang tidak akan berguna dengan benar jika para pemain tidak memiliki kemampuan teknik dan skill bagus,” kata Bonaccorso seperti dinukil dari ecodibergamo.

Akademi Atalanta ini mulai jadi pusat perhatian banyak pihat setelah badai skandal dan korupsi melanda Serie A Italia. Saat klub Italia lainnya berlomba membeli pemain impor, Atalanta fokus pada perkembangan pemain muda.

Skema latihan di Bortolotti

Siapa Bilang Sepak Bola Italia Tak Punya Akademi Moncer
osalnovate.it

Tiap harinya di Bortolotti dijalankan dengan sistem yang sangat ketat dan displin, menurut Bonaccorso para pemain muda tiap harinya melatih kontrol bola dan juggling minimal 60 detik sehari.

Setelah melalui fase ini para pemain muda baru bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Semua fase kepelatihan ini benar-benar dikontrol dan diawasi berkala oleh Bonaccorso, pria yang disebut-sebut pernah menjalin kerjasama dengan Antonio Conte, Arrigo Sachi, dan Marcello Lippi.

Bonaccorso mengatakan bahwa untuk menempa pemain muda, para pelatih wajib untuk sangat selektif melontarkan pujian. Pasalnya menurut Bonaccorso, tipikal pemain muda yang memiliki emosi naik turun akan sangat terpengaruh dengan pujian.

“Sangat penting untuk kita memilih waktu yang tepat kapan dan bagaimana berbicara atau memberi pujian kepada para pemain. Jika tak tepat, suara itu hanya jadi kebisingan yang tak berguna,” kata Bonaccorso.

Etos kepelatihan dan gaya memimpin Bonaccorso dan akademi Atalanta ini yang kemudian jadi landasan banyak klub mapan dan pelatih tenar Serie A.

Siapa Bilang Sepak Bola Italia Tak Punya Akademi Moncer
emaze.com

Antonio Conte merasakan betul bagaimana tempaan itu dirasakannya saat melatih Atalanta pada 2009 hingga 2010. Kekinian etos dan gaya kepelatihan akademi Atalanta ini jadi rujukan banyak klub Serie A bahkan ditularkan oleh mereka yang pernah bersentuhan dengan Centro Bortolotti.

Bonaccorso menyebut bahwa banyak orang Inggris datang hanya untuk bertanya soal pembinaan pemain muda.

“Mereka (orang Inggris) datang ke sini dan mulai bicara soal pembinaan di sana yang menekankan bahwa pemain muda Inggris dididik yang terpenting ialah bermain bagus dan tidak perlu khawatis soal kemenangan.” kata Bonaccorso.

“Lantas saya bertanya, memang apa yang pernah dimenangkan Inggris? Saya lanjut bertanya, apa yang Anda suka bermain bagus dan kalah atau memenangkan pertandingan meski bermain jelek? Jika ada pertandingan sepakbola seperti itu maka kami (Italia) selalu menang.” tutup Bonaccorso.

Comments
Loading...