Sikap Arema Terkait Wafatnya Aremania Akibat Ricuh di Kanjuruhan

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Arema FC menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah seorang Aremania yang menjadi korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan. Dhimas Duha Romli tutup usia tiga hari selepas keributan yang pecah di laga Arema FC vs Persib Bandung, Minggu (15/4).

Dhimas tidak masuk daftar korban yang sempat mendapatkan perawatan tim medis. Usai insiden yang mencederai lebih 214 Aremania itu, Dhimas memilih pulang ke rumahnya di Jalan Kepuh. Namun, keesokan harinya, Senin (16/4) lajang 16 tahun itu mengaku nyeri di dada.

“Perwakilan keluarga korban yang baru melapor ke kantor Arema pada Rabu (18/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka menceritakan kepada kami jika almarhum Dhimas sempat dibawa ke RSI Aisyiyah dengan keluhan nyeri di dada. Setelah itu baru dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar mulai Selasa (17/4),” ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji, dikutip Football5star.com dari Wearemania.

Sudarmaji menambahkan, pihaknya mendapat kabar jika Dhimas kritis pada pukul 12.00 WIB dari media sosial. Pihaknya langsung mengirim staf ke RSSA untuk mengurus semua administrasi dan biaya perawatannya.

Arema FC, Aremania,
aremafc.com

“Tapi sekitar pukul 15.30 WIB saat saya bersama tim mengunjungi Aremania yang dirawat di RS Wava Husada. Ada kabar bahwa almarhum sudah dipanggil Tuhan YME. Tentunya kami berduka cita terhadap apa yang menimpa almarhum. Semoga segala kebaikan yang dilakukannya diterima Tuhan YME, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambahnya.

Sejauh ini penyebab kematian Dhimas yang diketahuinya dari keluarga adalah karena mengalami sesak napas. Namun, ditegaskannya, pihak manajemen klub belum terkonfirmasi dari pihak dokter RSSA terkait apa penyebab sesak napasnya itu.

“Kami malam ini juga setelah sesi latihan di Stadion Kanjuruhan datang ke rumah duka, kami akan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga, sekaligus meminta maaf, tentunya ini tidak kami inginkan, ini kehendak Tuhan YME, dan kami sudah berusaha maksimal memberikan bantuan untuk penyembuhannya,” pungkasnya.

Selain Dhimas, ada satu lagi Aremania yang meninggal dunia selepas insiden ricuh di Kanjuruhan. Dia adalah Imam Shokib, yang meninggal akibat kecelakaan di daerah Ngoro-Kandangan, Jombang, ketika akan pulang ke rumahnya, setelah menyaksikan laga Arema FC melawan Persib.

Comments
Loading...