Mihajlovic: Saya Pernah Hampir Bunuh Ibrahimovic!

Football5star.com Indonesia – Hubungan pelatih Bologna, Sinisa Mihajlovic, dan striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, dikenal cukup dekat. Akan tetapi, pada awal perkenalan beberapa tahun silam, ternyata Mihajlovic mengaku pernah nyaris membunuh Ibrahimovic.

Pengakuan itu dilontarkan Sinisa Mihajlovic dalam peluncuran biografinya: La partita della vita. Dikatakannya, permusuhan Mihajlovic dan Ibrahimovic memanas ketika keduanya masing-masing membela Inter Milan dan Juventus.

“Kala itu, Juventus dan Inter bertemu dan kami bertikai. Saya langsung menuju ruang ganti Juventus. Saya ingin membunuhnya, atau dia yang akan membunuh saya, siapa tahu,” ucap Mihajlovic, dikutip Football5star.com dari Mondo.

Ketika itu, pertumpahan darah bisa dihindari berkat campur tangan Gianluigi Buffon. Kiper Juventus itu yang menghentikan langkah Sinisa Mihajlovic menyerbu ke ruang ganti tempat Zlatan Ibrahimovic berada. “Buffon menghentikan saya pas pada menit akhir,” bilangnya.

Siapa sangka, permusuhan yang sudah memuncak dan sampai titik nadir itu ternyata menguap seiring bergabungnya Zlatan Ibrahimovic ke Inter Milan pada 2006. “Ketika selanjutnya dia datang ke Inter, saya melihat dia ternyata pria yang hebat dan kami bisa bersahabat,” jelas Mihajlovic lagi.

Ibrahimovic Siap Lakukan Apa Saja untuk Mihajlovic
Zlatan Ibrahimovic Juventus vs Sinisa Mihajlovic Inter Milan - gp-se
gp.se

Pernyataan Sinisa Mihajlovic itu pun turut diamini Zlatan Ibrahimovic yang menjadi tamu dalam peluncuran biografi tersebut. Penyerang gaek asal Swedia itu bahkan mengaku siap melakukan apa saja untuk sahabatnya itu.

“Kami tak saling suka sejak awal. Tapi ketika aku mulai mengenalna di Inter, ternyata ada cinta sejak hari pertama. Bahkan bisa kukatakan: Jika aku pergi berperang, Sini akan ada di garis depan, dan aku di baris kedua,” urai Ibrahimovic.

Ibrahimovic mengaku jadi salah satu yang sangat kaget dan sedih ketika mendengar sahabatnya mendrita leukemia. Namun, dia yakin Mihajlovic punya kekuatan melebihi dirinya dan bisa sembuh dari penyakitnya.

“Sinisa lebih tangguh dariku. Aku pernah mengatakan kepadanya” Katakan kepadaku apa saja yang kamu butuhkan dan aku akan melakukannya. Aku akan melakukan apa saja. Ketika dia menginginkan aku datang ke Bologna, aku katakan siap bergabung meski tanpa biaya. Namun tiba-tiba Milan datang. Pilihan bukan antara Bologna atau Milan, tapi bermain atau pensiun,” urai Ibrahmovic.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More