Sisi Gelap Guardiola: Dugaan Rasisme Hingga Dibenci Banyak Pemain

Football5star.com, Indonesia – Tak bisa dibantah, Pep Guardiola adalah seorang genius, jago taktik, dan salah satu pelatih terbaik di dunia. Tapi, tahukah Anda bahwa pria asal Catalan itu punya sisi gelap?

Pep Guardiola adalah pelatih yang tahu caranya memuji pemain. Ketika dia bicara soal Lionel Messi, dia seperti seorang ibu bicara tentang anaknya sendiri, yang ada hanya pujian. Tapi jika Anda bukan Messi, jangan harap dapat pujian.

Jika tak percaya, tanyakan saja Yaya Toure. Pada 2012, Toure ditanya soal perbandingan Guardiola yang pernah melatihnya di Barcelona, dengan Roberto Mancini (pelatihnya saat itu di Manchester City).

“Mancini adalah pelatih yang selalu ingin dekat dengan pemainnya. Sementara Guardiola pribadi yang sulit, saya malas bicara soal dia.”

Dan ketika Toure bertemu lagi dengan Guardiola di City pada 2016, masalah keduanya makin panjang.

“Kami selalu melihat satu sama lain dengan aneh. Guardiola selalu membuang muka dan memberi instruksi, tapi tidak mau bicara kepada saya. Saya pikir dia cuma mau balas dendam. Dia melihat saya seperti rival,” kata Toure di France Football.

“Dia jahat kepada saya. Saya mulai berpikir ini mungkin karena warna kulit saya. Dia punya banyak sekali masalah dengan pemain Afrika.”

Kenapa Yaya Toure Benci Setengah Mati dengan Guardiola
Getty Images

Selain Toure, pemain lain yang mengungkap sisi gelap Guardiola adalah Zlatan Ibrahimovic. Keduanya pernah bekerja sama selama semusim (2009/2010) di Barcelona. Saat itu, sang pelatih juga tak pernah mau komunikasi dengan Ibra.

“Suatu hari Thierry Henry mendatangi saya dan bicara ‘Hai Zlatan, apakah bos (Guardiola) sudah menatap Anda hari ini’. Saya jawab ‘Tidak, saya cuma melihat punggungnya’. Henry membalas ‘Selamat Zlatan, Anda mulai membuat kemajuan dengannya’.”

Dibenci Banyak Pemain

Pemain-pemain lain yang punya masalah dengan Guardiola adalah Samuel Eto’o, Franck Ribery, Samir Nasri hingga Jadon Sancho.

Meski demikian, Guardiola belakangan mulai dewasa sebagai pelatih. Hal ini terbukti pada hubungannya dengan Sergio Aguero.

Pep Guardiola menilai Sergio Aguero tak tergantikan di Manchester City.
Getty Images

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Guardiola tak suka pemain Argentina itu. Tapi, tak seperti kasus Ibra, Guardiola sekarang lebih sabar dan mau membuka komunikasi dengan sang bomber.

“Pep mengajak saya makan malam. Ia kemudian bicara soal mengubah gaya main saya. Ini tidak mudah, tapi saya tak punya pilihan selain menuruti kemauannya,” ucap Aguero.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More