Soal Gaji Pemain, FIFA Beri Kabar Membahagiakan

Football5Star.com – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), berjanji bakal membantu masalah gaji pemain di seluruh dunia. Mereka akan menunjuk FIFPro sebagai perwakilan pemain untuk mendata siapa-siapa saja yang terdampak akibat penundaan kompetisi.

Permasalahan gaji pemain karena penundaan kompetisi memang belakangan jadi perbincangan. Di Indonesia, PSSI dan klub sepakat hanya membayarkan gaji 25 persen dari nilai kontrak pemain di tengah masa-masa darurat. Tapi, Asosiasi Pesepak Bola Profesiona Indonesia (APPI) mengecamnya.

Sedang, masalah pelik jua dirasakan para pemain di Malaysia Super League. Mereka bahkan hingga kini masih berdebat soal jalan tengah pembayaran gaji agar tak terlantar. Bukan cuma di Indonesia dan Malaysia, FIFA sendiri berjanji akan turut membantu sebisa mungkin.

Soal Gaji Pemain, FIFA Beri Kabar Membahagiakan

FIFA berada dalam situasi keuangan yang kuat dan itu adalah tugas kami melakukan yang terbaik untuk membantu mereka di saat membutuhkan,” tulis pernyataan resmi FIFA soal gaji pemain di dunia kepada Associated Press (AP).

“Kami sedang mengerjakan berbagai kemungkinan untuk memberikan bantuan kepada komunitas sepak bola di seluruh dunia setelah melakukan penilaian komprehensif terhadap dampak finansial pandemi ini terhadap sepak bola,” lanjut FIFA.

Sekjen FIFPro, Jonas Baer-Hoffmann, mengaku kalau masalah gaji jelas akan terdampak bagi pemain yang menjadikan sepak bola sebagai satu-satunya mata pencahariannya. Saat ini, dia akan mendata sebanyak 65 ribu anggota dalam serikat pemain di seluruh dunia.

“Ada perbedaan urgensi. Kami perlu menjaga mata rantai terlemah dalam piramida ini. Kami akan melihat sagat banyak pemain yang mata pencahariannya bergantung kepada klub-klub keci. Setelah klub hilang, kami tak lagi bisa mendatanya. Ini sangat rentan,” bilang Bae-Hoffmann memungkasi.

Barcelona yang dianggap klub paling banyak dapat pemasukan di dunia jua ​​harus memangkas gaji pemainnya termasuk Lionel Messi. Bahkan gaji yang dipotong sebesar 70% untuk menghemat hampir 16 juta euro ($ 17 juta) per bulan. Spanyol menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh pandemi ini, dengan hampir 95.000 kasus infeksi dan lebih dari 8.100 kematian.