Soal Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas U-19 Cuma Fitnah

Football5Star.com, Indonesia – Isu jual-beli jabatan manajer Timnas U-19 Indonesia sudah selesai diinvestigasi oleh Badan Yudisial PSSI. Hasilnya, isu tersebut cuma fitnah belaka meski memang ada aliran dana yang melibatkan Achmad Harris dan Joko Purwoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar tak sedap menghantam PSSI karena disebut-sebut meminta mahar 100 ribu dolar Singapura untuk jabatan manajer Timnas U-19 Indonesia. Hal itu setelah beredar tangkapan layar bukti transfer uang.

Dari foto yang beredar di akun-akun suporter terlihat kalau mantan Sekretaris Sriwijaya FC, Achmad Harris memberikan uang tersebut kepada Joko Purwoko. Kabarnya uang yang dirupiahkan berjumlah Rp1 miliar itu akan disetor ke PSSI untuk memuluskan Dodi Reza Alex Noerdin buat jadi manajer Garuda Muda.

Isu Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas U-19 Indonesia Mulai Terkuak

Badan Yudisial PSSI akhirnya menyelidiki kasus tersebut. Bahwa benar ada uang yang diserahkan kepada Achmad Harris kepada Joko Purwoko seesr Rp1 Miliar. Namun, itu cuma sebatas bisnis saja.

Berikut Hasil Rapat Badan Yudisial PSSI:

  1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20.
  2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesar 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise). Sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum. itu sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir.
  3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise dimana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer timnas U-19 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza.
  4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan yang disebut sebagai INAFOC dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora. Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan prasara Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U-19 dijabat Ketum PSSI. Bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More