Soal Masa Depan, Pesepak Bola Eropa Memang Wajib Dicontoh

Football5star.com, Indonesia – Bek muda Chelsea Fikayo Tomori sadar betul bahwa profesinya saat ini tidak bisa menjadi jaminan untuk masa depan. Meski bermain di kompetisi selevel Liga Inggris, pemain berusia 21 tahun itu menyebut bahwa masa depan seorang pesepak bola terletak pada kepintaran dan kecerdesan intelektualnya.

“Sepak bola tidak selamanya saya mainkan. Ketika saya pensiun, atau Tuhan melarang saya bermain lebih lama. Maka saya harus memiliki bekal,” kata Tomori seperti dikutip Football5star.com dari The Sun, Jumat (11/10/2019).

Untuk bekal di masa depannya, pemain kelahiran Kanada tersebut saat ini tengah menempuh pendidikan diploma manajemen bisnis. Menurut Tomori, gelar itu nantinya bisa menjadi jaminan untuk masa depannya.

Sky Sports

Pemain muda Chelsea tersebut bukan satu-satunya pesepak bola yang memandang penting pendidikan dan kehidupan setelah pensiun dari lapangan hijau. Sejumlah pemain lain juga fokus mengejar pendidikan sembari terus catatkan prestasi di sepak bola.

Juan Mata misalnya. Gelandang Manchester United tersebut mengambil jurusan jurnalistik di Universidad Politecnica e Madrid. Saat ini mempunyai gelar sarjana Olahraga dan keuangan.

Ada juga Andrey Arshavin yang mengambil jurusan teknologi pakaian dan saat ini memiliki rumah mode sendiri di Rusia. Eks pemain Arsenal itu lulus dari Universitas St Petersburg di Rusia.

Bahkan kiper yang acapkalai mendapat bahan guyonan akibat aksi blundernya Simon Mignolet juga memiliki gelar sarjana hukum dan politik. Sedangkan di Indonesia ada pemain seperti Boaz Solossa yang lulusan dari Universitas Cenderawasih. Ada juga Ricardo Salampessy yang memiliki gelar Sarjana Administrasi Negara (S.Adm).

Comments
Loading...