Spanyol Siap Gugat Malta Secara Hukum Terkait Laga 34 Tahun Lalu

Football5Star.com, Indonesia – Otoritas sepak bola Spanyol, Royal Federacion Espanola de Futbol (RFEF), mengancam akan menyeret Malta ke muka pengadilan. Gara-garanya, mantan pemain dan pelatih Malta menuding mereka melakukan kecurangan pada laga kualifikasi Piala Eropa 1984. Dalam laga pamungkas yang menentukan, Spanyol menang 12-1 atas Malta dan lolos ke putaran final Piala Eropa yang digelar di Prancis.

La Roja memang butuh kemenangan dengan selisih 11 gol pada partai yang berlangsung di Stadion Benito Villamarin, 21 Desember 1983 tersebut. Pasalnya, empat hari sebelumnya, Belanda menang 5-0 atas tim yang sama. Kemenangan sebelas gol akan membuat nilai dan selisih gol mereka sama dengan Belanda. Namun, La Roja akan lolos karena mencetak dua gol lebih banyak dari Oranje.

Spanyol saat menang 12-1 atas Malta pada 1983.
as.com

Berbicara dalam program televisi bertajuk Fiebre Maldini pada awal pekan ini, Silvio Demanuele yang mencetak satu-satunya gol Malta menduga para pemain Spanyol melakukan doping. Menurut dia, energi yang diperlihatkan Santillana dkk. waktu itu sungguh luar biasa dan agak tak masuk akal.

“Saya punya saudara seorang binaragawan. Saya tahu apa yang terjadi ketika orang memakai steroid,” ungkap Demanuele. “Energi yang ditunjukkan para pemain Spanyol tidaklah normal. Beberapa orang di antaranya terlihat mengeluarkan busa dari mulut. Ya, ada cairan yang keluar dari mulut mereka dan mereka tak bisa berhenti minum.”

Lemon Memabukkan

Tuduhan senada diungkapkan pelatih Malta saat itu, Victor Serri. Bedanya, dia menengarai para pemainnya dicekoki sesuatu. Secara khusus, dia menyebut ada orang yang menawarkan lemon kepada para pemain saat usai babak pertama.

“Seorang pria pendek berbaju putih masuk dan menawari kami senampan irisan lemon. Itu satu-satunya yang ditawarkan kepada kami. Para pemain memakannya dan lantas merasakan tak sehat,” urai Serri. “Saya ditanya, ‘Apakah Anda pikir mereka membuat para pemain Anda mabuk?’ Kami tak punya bukti. Saya hanya berharap Spanyol tidak melakukan itu.”

Terkait lemon yang disebutkan Serri, Demanuele mengakuinya. “Usai memakan lemon itu, saya merasa mabuk seperti sudah berpesta semalam suntuk,” kata dia.

Menanggapi hal itu, RFEF memberikan pernyataan resmi yang intinya membantah tuduhan miring itu. “Pernyataan-pernyataan itu keliru. Mereka tak punya sedikit pun bukti dan bener-benar tidak dalam waktu yang tepat. RFEF bisa meyakinkan bahwa para pemain benar-benar bersih pada saat itu,” terang pernyataan resmi RFEF di situs resminya.

Lebih jauh, otoritas sepak bola Spanyol tersebut menambahkan, “RFEF punya hak untuk mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang coba mengotori citra baik sepak bola Spanyol.”

Comments
Loading...