Suka-Duka Sassuolo Ditinggal Boateng

Football5star.com, Indonesia – Kepindahan Kevin-Prince Boateng menuju Barcelona menjadi salah satu kejutan dalam bursa transfer musim dingin 2018/2019. Bagi Sassuolo, kepergian Boateng ibarat dua sisi mata uang. Mereka berduka sekaligus merasakan kebahagiaan.

Roberto De Zerbi, pelatih Sassuolo, merasa kepergian Boateng adalah sebuah kehilangan yang besar. Mantan pemain AC Milan itu menjadi salah satu kepingan penting mereka di lini depan. Selama ini, Sassuolo bermain dengan skema false nine di lini depan dengan Boateng mengisi posisi ke-9.

“Saya tidak senang kehilangan Boateng. Karena kami benar-benar membangun tim di sekelilingnya. Semua karakter dan caranya menafsirkan peran penyerang tengah sangat penting,” beber De Zerbi dikutip Football5star dari Football-Italia.

De Zerbi bisa saja melarang Boateng untuk pindah ke Barcelona, namun ia tak melakukannya. Ada alasan tersendiri ketika ia dan manajemen klub memutuskan membiarkannya pergi.

Kevin-Prince Boateng Berharap Statusnya Dipermanenkan Barcelona

Squawka

“Namun, klub dan saya memutuskan untuk membiarkannya pergi, karena ini adalah kesempatan yang unik. Ini adalah transfer yang tidak akan pernah ia datang lagi. Itu adalah hak dia dan kami memberinya kesempatan untuk mengalaminya,” tambahnya.

De Zerbi mengklaim para pemain Sassuolo memberikan dukungan penuh untuk Boateng. Baginya, jika Boateng yang berusia 32 tahun bisa bermain untuk Barcelona, mengapa pemain yang lebih muda tidak bisa.

“Para pemain semua senang untuknya dan itu harus memotivasi mereka juga. Karena jika seorang pemain berusia 32 tahun dipilih oleh Barcelona, itu berarti banyak orang lain masih bisa membuat langkah besar dalam karier mereka.

“Di satu sisi, itu membuat orang di seluruh dunia lebih menghargai Sassuolo, tapi kami kehilangan pemain dan pemimpin yang penting.”

Comments
Loading...