Sulit untuk Terus Konsisten Seperti Barcelona, Juventus, dan Bayern

Football5star.com, Indonesia – Barcelona sukses mengunci gelar Liga Spanyol musim 2018-19. Kalahkan Levante 1-0, Minggu (28/4/2019), lewat gol tunggal Lionel Messi, Blaugrana meraih gelar ke-26 Liga Spanyol.

Kemampuan Barcelona meraih titel juara Liga Spanyol musim ini tentu tak lepas dari peran besar seorang Lionel Messi. La Pulga ialah nyawa utama dari kehebatan Barcelona, tidak hanya di musim ini, tapi di beberapa musim sebelumnya.

Mantan pelatih Blaugrana, Pep Guardiola, pernah mengatakan bahwa tidak hanya Barcelona yang memiliki keunggulan utama. Dua tim besar Eropa lainnya juga memiliki hal sejenis.

Dua tim yang dimaksud Pep ialah Juventus dan Bayern Munich. Dua tim dari Liga Italia dan Liga Jerman itu juga selalu mendominasi gelar di kompetisi lokal.

Bagi Pep, ketiga tim ini memiliki keunggulan mutlak yang tak dimiliki kompetitor mereka.

“Ketiganya ialah yang terbaik. Apapun kondisi yang mereka alami, mereka akan mampu memenangkan liga di akhir musim,” kata Pep seperti dikutip football5star.com dari marca.

“Setiap musim mereka selalu memengkan piala. Konsistensi itu yang paling sulit, tetapi mereka mampu melakukannya,” tambah Pep.

Konsistensi Barcelona, Munich, dan Juventus

Menurut Pep, Barcelona memang punya Messi yang jadi keunggulan utama. Gelar juara musim ini, jadi gelar ke-10 La Pulga selama berkarier di Barcelona.

Perolehan gelarnya hanya berbeda 2 gelar dengan Paco Gente, mantan pemain Real Madrid yang mengoleksi 12 gelar Liga Spanyol sepanjang kariernya.

Sedangkan untuk Bayern Munich di Liga Jerman, tim besutan Niko Kovac ini ialah mesin tanggung yang sulit disaingin tim Jerman lain.

Mereka memiliki keunggulan dari segi ekonomi dan mental juara. Meraih 10 gelar Bundesliga 1 dari 14 musim terakhir ialah catatan yang sangat sulit dikejar tim lain.

Sedangkan untuk Juventus, tim asal kota Turin ini ialah tim dengan mental baja. Mereka mampu mengolah kondisi krisis yang sempat dialami pasca Calciopoli.

Hebatnya lagi, Juventus mampu menemukan celah saat duo Milan tengah jatuh pasca kejayaan keduanya ketika skandal suap sepak bola Italia itu merebak. Sedangkan bagi Napoli dan AS Roma, keduanya belum punya kekuataan untuk melawan Juventus yang diibaratkan petinju kelas berat.

Comments
Loading...