Sun Jihai: Melegenda di Inggris, Mengabdi untuk Partai Komunis

Football5star.com, indonesia – Fan Manchester City, tahu kah kalian siapa itu Sun Jihai? Jika tidak, cari tahulah dia, bagaimana sosoknya, dan seberapa besar jasanya di dunia sepak bola.

Mungkin banyak fan Manchester City yang tidak tahu para pemain era 2000-an awal. Itu cukup dimengerti. Tapi khusus untuk Sun Jihai, kalian harus mengetahuinya. Tidak masalah jika kalian tidak tahu Lauret Charvet, Dickson Etuhu, atau Alf-Inge Haaland sekali pun. Tapi Sun, kalian wajib mengetahuinya.

Sun adalah pemain pertama Cina di Liga Inggris. Tapi bukan Manchester City tujuan awalnya. Ia lebih dulu berlabuh ke Crystal Palace 1998 silam.

getty images

Sayang, keberadaannya di sana hanya seumur jagung. Sun kembali ke Cina untuk memperkuat klub masa kecilnya, Dalian Shide. Pertengahan musim 2001-2002 ia balik lagi ke Inggris. Dan kali ini kesempatan datang dari Manchester City.

Pertama datang ke Manchester City, bayang-bayang kegagalan seperti di Crystal Palace sudah membayangi. Bagaimana tidak, datang sejak Januari, dia tidak bermain hingga akhir Februari.

Baru pada bulan ketiga keberadaannya di Manchester Sun mendapat kepercayaan. Menariknya, debutnya berlangsung heroik karena The Cityzens saat itu masih berjuang untuk promosi ke Premier League.

Manchester City pun melakoni laga penting melawan Coventry City di Main Road, markas mereka sebelum Etihad. Tuan rumah menang 4-2 lewat gol Darren Huckerby, Danny Tiatto, dan brace Shaun Wright-Phillips.

Tapi yang jadi perhatian saat itu bukanlah Shaun Wright-Phillips. Tapi Sun Jihai, yang diturunkan Kevin Keegan pada 15 menit terakhir pertandingan.

Memang, dia tidak memberikan gebrakan apa-apa hari itu. Namun, sejarah mencatat Sun sebagai pemain Cina pertama yang tampil di Liga Inggris. Bahkan BBC saat itu menulis laporan khusus tentangnya usai pertandingan.

Sejak itu, Sun menjadi bagian penting Manchester City. Di sisa kompetisi Divisi Championship, ia dimainkan tujuh kali, tiga di antaranya sebagai starter. Masih berusia 23 tahun, dia pun sukses membawa City promosi ke Premier League.

bbc

Di Premier League, namanya terus bersinar sekali pun prestasi klubnya biasa-biasa saja. Dan pada musim pertama di kasta tertinggi Inggris, ia kembali mencatatkan sejarah.

Sun Jihai jadi pemain Cina pertama yang mencetak gol di Premier League. Momen bahagia itu dibuat pada 26 Oktober 2002. Tandang ke Birmingham City, The Cityzens menang 2-0. Dan Sun membuka kemenangan timnya.

Enam musim di Premier League, Sun selalu mencatatkan dua digit penampilan. Menit bermainnya sempat menurun drastis pada 2004-2005 lantaran cedera ligamen yang diderita.

Jika ditotal, Sun tampil 151 kali untuk City dan itu menjadikan klub asal Manchester sebagai tim yang paling sering dia bela dalam karier. Kendati begitu, hari-harinya di Inggris tidak berlangsung mudah. Dia mengakui harus beradaptasi dengan kehidupan di sana.

“Semuanya baru untuk saya. Kebiasaan hidup, adat istiadad, dan praktik setempat tidaklah sama. Meski Divisi Championship adalah liga kedua, tapi ritmenya lebih cepat dan pemain memiliki tubuh yang lebih kuat,” katanya kepada Newsweek 2017 lalu.

“Tantangan besar bagi saya menjalani kehidupan di sana. Semuanya benar-benar berbeda. Tapi di situlah kemampuan saya meningkat,” ia menambahkan.

Penghubung Sepak Bola Cina dengan Inggris

Terlepas dari keberhasilannya bersama Manchester City, kedatangan Sun Jihai ke Inggris ternyata lebih dari sekadar untuk mencari sukses. South China Morning Post melabelinya sebagai penghubung sepak bola Cina daratan dengan Inggris.

Seperti yang disinggung di atas, Sun pertama kali menginjakkan kakinya di Inggris pada 1998 silam. Ia digaet Crystal Palace bersama kompatriotnya, Fan Zhiyi. Mereka datang atas rekomendasi pelatih Ted Buxton yang sebelumnya sudah berkonsultasi dengan timnas Cina.

South China Morning Post melaporkan kedatangan kedua pemain itu erat hubungannya dengan lawatan timnas Inggris ke Cina dan Hongkong 1996 silam. Pelatih The Three Lions saat itu, Terry Venables bertitah Fan Zhiyi dan Sun Jihai akan bermain di Liga Inggris.

Debut Sun untuk Crystal Palace terjadi September 1998. Kala itu Palace mengalahkan Bury 3-0 pada putaran kedua Piala Liga. Dan dampak luar biasa dari laga tersebut tersebut adalah perhatian masyarakat Cina. Muncul laporan 100 juta orang di Cina menyaksikan pertandingan itu di TV.

Tampil lebih dulu daripada Fan Zhiyi, Sun tercatat sebagai pemain Cina pertama di Liga Inggris. Jika dirunut lebih jauh, sejatinya ada orang Cina lain yang lebih dulu bermain. Dia adalah Fan Frank Soo yang memperkuat Liverpool dan Stoke City era 1930-an.

archivofutbol

Akan tetapi, Fan Frank Soo tidak memperkuat timnas Cina. Dia lebih memilih timnas Inggris mengikuti leluhur ibunya, bukan sang ayah.

Sun Jihai akhirnya memiliki “teman” di Premier League. Enam bulan setelah dia tiba, Everton menggaet Li Tie. Momen bersejarah untuk pecinta sepak bola Cina pun terjadi pada musim 2002-2003.

Pertandingan Everton vs Manchester City di Goodison Park yang biasanya tak pernah terdengar gaungnya, tiba-tiba menggelora di Cina daratan. Ya, untuk pertama kalinya laga ini menghadirkan Chinese Derby.

Manchester Evening News melaporkan bahwa laga yang berkesudahan 2-2 itu ditonton 360 juta penduduk Cina. Maka tidak bisa dipungkiri jika Sun adalah penghubung utama masuknya pemain-pemain Negeri Tirai Bambu di Inggris.

Setelah dirinya dan Li Tie, pemain Cina lainnya satu persatu mampir ke Premier League. Mulai dari Li Weifeng di Everton, Dong Fangzhuo yang sempat mencuri perhatian di Manchester United, serta Zheng Zhi di Charlton Athletic.

getty images

Sayang, tidak satu pun dari mereka bisa menyamai kehebatan Sun Jihai. Karier mereka terbilang singkat di Inggris. Jauh tertinggal dari Sun yang mengoleksi 123 penampilan Premier League.

Atas semua dedikasinya untuk Manchester City, dan pengaruhnya terhadap hubungan Cina dengan Inggris di dunia sepak bola, Sun Jihai mendapat kehormatan tertinggi pada 2015 lalu. Namanya masuk dalam Hall of Fame sepak bola Inggris di museum nasional Manchester.

Peresmian itu turut dihadiri dua pemimpin negara, Xi Jinping dan David Cameron. Menurut The Guardian alasan sang legenda masuk dalam Hall of Fame karena dia turut meningkatkan popularitas sepak bola Inggris di Cina.

Membangun Sepak Bola Cina Lewat Partai Komunis

Romantisme Sun bersama City berakhir 2008 silam. Kontraknya tidak diperpanjang. Dia kemudian pergi ke Sheffield United di Divisi Championship selama semusim.

Setelah itu dia kembali ke Cina untuk memperkuat Chengdu Tiancheng. Sempat berpindah-pindah klub di masa senjanya sebagai pemain,  pria asli Dalian memutuskan pensiun di Beijing Renhe Desember 2016.

Sun tetap berkutat di dunia sepak bola. Dia masih menjadi duta besar Manchester City untuk kawasan Asia Pasifik. Dia juga tidak lupa balas budi untuk negara. Sejak 2018 lalu dia mulai membangun sepak bola Cina mulai dari bawah.

Dia diberi mandat federasi sepak bola Cina untuk membentuk talenta-talenta hebat di provinsi Xinjiang. Dalam membentuk tim dan seorang pemain muda, Sun punya landasan dasar. Dan landasan tersebut berdasarkan latar belakangnya sebagai loyalis Partai Komunis.

Sayang, upaya Sun ini sempat mendapat sorotan negatif. Sebagai informasi, Xinjiang adalah wilayah yang dihuni mayoritas muslim uighur. Namanya juga pernah disebut-sebut punya andil atas tergusurnya ribuan warga uighur di Xinjiang.

Masalah ini berawal dari pembangunan pemusatan latihan sepak bola Xinjiang yang dicanangkan Sun dan Partai Komunisnya. Sebagai wakil ketua dan direktur  pelatihan pemuda Xinjiang, dia ingin para pemain dan klub terus memuji Partai Komunis.

haiqiu

“Kami membangun sistem terintegrasi pelatihan pemain muda di Xinjiang, termasuk akademi sepak bola lokal,” kata Sun kepada kantor berita Xinhua.

“Nantinya akan ada delapan pusat pelatih olahraga dan 100 sekolah sepak bola di masa depan,” ia menambahkan. Yang menjadi sorotan bukan hanya itu. Salah satu klub yang sudah dia bentuk, Zinjian Snowland Future, telah membentuk para pemain sebagai patriotik sejatinya.

Mereka diberikan buku-buku soal Mao dan menonton film dokumenter tujuh bagian propaganda komunis. “Sebagai bagian dari rangkaian patriotisme, klub akan terus mengorganisir pelatih dan tim untuk menonton film dokumenter dan belajar,” demikian pernyataan resmi klub di Weibo.

“Ini bukan hanya kesempatan bagi pelatih dan pemain minoritas untuk belajar patriotisme. Ini juga menginspirasi mereka untuk mencintai partai dan negara, menginspirasi tim untuk bekerja keras dan meneangkan kejayaan bagi Xinjian,” lanjutnya.

Sun Jihai, bagaimana pun adalah legenda terbesar Cina. Sampai sekarang namanya masih dielu-elukan seantero negeri dan juga penggemar Manchester City.

CinaInggrisLegendaManchester CitySun Jinhai