Suporter Indonesia yang Membawa Bendera Masuk Lebih Cepat!

Football5Star.com – Head of Infrastructure Safety and Security PSSI, Nugroho Setiawan, mengingatkan suporter Indonesia di Malaysia agar tak terlambat masuk ke Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11). Hal itu untuk menghindari intimidasi suporter tuan rumah.

Laga Malaysia vs Indonesia memang bukan sekadar tiga poin saja. Ada gengsi yang dipertaruhkan. Apalagi, kedua negara bertetangga tersebut sangat panas, terutama dalam ranah sepak bola.

Pada pertemuan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), September lalu bahkan sampai tercipta sejumlah kekisruhan. Tribune yang ditempati suporter Malaysia sempat dilempari bahkan menggunakan cerawat.

Para suporter timnas Malaysia diarahkan polisi saat meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Nugroho dalam laman resmi PSSI mengingatkan suporter Indonesia disarankan tidak membeli tiket dari pihak lain karena posisi tempat duduk akan berbeda. Kalau pun sudah telanjur membeli, pihak panpel tetap akan mengarahkan ke gate khusus untuk suporter Indonesia, yakni di gate E.

Namun demikian kapasitas di area ini hanya dibatasi maksimal 6000 penonton. Jika sudah mencapai kapasitas ini, maka penonton yang belum masuk tidak akan diperkenankan lagi meski memiliki tiket. Para suporter, lanjut dia, diharapkan tiba di stadion sebelum pukul 16:00 waktu setempat.

Jika, lewat dari waktu itu, maka tidak akan diperkenankan masuk ke Stadion. Pendukung Indonesia diharapkan langsung berkumpul di gate E dan jangan berkumpul atau memisahkan diri.

“Suporter yang membawa bendera, banner, drum diharapkan masuk sebelum pukul 15:00. Suporter dilarang membawa flare, petasan atau sejenisnya,” jelas Nugroho.

Hal lain, ketika pertandingan berakhir, jika situasi kurang kondusif, suporter Indonesia tidak diperkenankan keluar terlebih dahulu dari stadion. Suporter Indonesia harus menunggu suporter tim tuan rumah keluar terlebih dahulu sampai habis.

Comments
Loading...