Tak Ada Akar, Origi Pun Jadi

Football5star.com, Indonesia – Divock Origi membayar tuntas kepercayaan dari manajer Liverpool, Juergen Klopp, pada final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur musim 2018-19.

Origi masuk menggantikan Roberto Firmino pada menit ke-58 laga yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Sabtu (1/6/2019).

Saat Origi turun ke lapangan, The Reds sudah unggul 1-0 atas Spurs. Mohamed Salah, melalui titik putih, sukses membobol gawang Hugo Lloris pada menit kedua.

Bukan mustahil, Spurs mampu menyamakan kedudukan atau berbalik menang. Lihat saja semangat juang The Lilywhites pad leg kedua perempat final melawan Manchester City dan leg kedua semifinal menantang Ajax.

Kendati begitu, masuknya Origi memastikan kemenangan Liverpool atas Spurs dengan skor 2-0. Bomber asal Belgia itu melesakkan gol kedua The Reds ketika waktu normal tersisa tiga menit.

Tak Ada Akar, Rotan Pun Jadi

Peribahasa tersebut cukup pantas menggambarkan peran Divock Origi di skuat Liverpool musim ini. Dia sesungguhnya hanya pilihan ketiga Juergen Klopp untuk pos striker tengah.

Bahkan, Origi nyaris tak dilirik Klopp pada paruh pertama musim ini. Kesempatan lebih banyak diberikan kepada Roberto Firmino yang sejatinya bukan striker murni atau Daniel Sturridge.

Pada awal musim, Origi sempat berencana hengkang dari Anfield. Keputusan itu pernah dia ambil saat memperkuat VfL Wolfsburg sebagai pemain pinjaman pada 2017-18.

Oirigi akhirnya memutuskan bertahan. Konsekuensinya, dia harus rela bersabar menanti jatah bermain.

Beberapa bulan terakhir, Klopp mulai menjadikan Origi sebagai alternatif ketika Liverpool mengalami kebuntuan. Pun saat Firmino absen atau terkapar akibat cedera.

Divock Origi tak menyia-nyiakan kepercayaan sang manajer. Dia mencetak dua gol ke gawang Barcelona saat Liverpool menang 4-0 pada leg kedua semifinal.

Dua gol tersebut sangatlah krusial. Pasalnya, peluang The Reds untuk melaju ke final sangat kecil lantaran kalah 0-3 dari raksasa Catalan tersebut di Camp Nou pada pertemuan pertama.

Pada final Liga Champions musim ini, Origi hanya berada di lapangan selama 32 menit. Namun, dia mampu mencetak gol kedua The Reds yang mengubur harapan Spurs untuk menjadi juara.

Menurut statistik yang dilansir OptaJoe, Origi menjadi pemain Belgia kedua yang bisa mengukir gol di final Liga Champions setelah eks pemain Atletico Madrid, Yannick Carrasco (vs Real Madrid, 2015-16).

Selain itu, tiga golnya di ajang Liga Champions musim ini, Origi bukukan hanya dari tiga tendangan ke gawang. Meski bukan pilihan utama, dirinya tetap menunjukkan komitmen untuk memberi yang terbaik bagi klub besutan Juergen Klopp.

Sepanjang musim 2018-19, Divock Origi mempersembahkan tujuh gol dan satu assist dari 21 laga bersama Liverpool.

Comments
Loading...