Tak Ada Lagi Black Lives Matter di Pentas Premier League

Football5Star.com, Indonesia – Slogan “Black Lives Matter” menghiasi jersey para pemain yang berlaga di Premier League sejak dimulai kembali pada medio Juni silam. Selain menghiasi lengan kanan dalam bentuk lencana, slogan itu juga sempat menggantikan nama para pemain di punggung.

Slogan itu menghiasi jersey para pemain sebagai bentuk dukungan terhadap gelombang antirasialisme menyusul kematian George Flyod di tangan polisi kulit putih di Amerika Serikat. Bukan hanya itu, para pemain dan perangkat pertandingan pun melakukan aksi lain, yakni berlutut sambil mengepalkan tangan kanan ke atas.

Lencana Black Lives Matter menghiasi lengan jersey para pemain Premier League sejak medio Juni 2020.
telegraph.co.uk

Akan tetapi, slogan antirasialisme itu dipastikan menghilang pada musim 2020-21. Tentu saja, itu bukan berarti Liga Inggris tak lagi mendukung gerakan antirasialisme. Pihak penyelenggara kompetisi kasta tertinggi di Inggris hanya mengubah kampanyenya.

Untuk musim ini, kampanye “Black Lives Matter” yang terkesan eksklusif digantikan oleh kampanye lain yang bersifat lebih umum. Kampanye baru itu mengusung “No Room for Racism”. Pihak Premier League telah melakukan sosialisasi kampanye baru tersebut kepada para kapten klub sebelum pekan pertama berlangsung.

Kampanye Baru Tetap Setegas “Black Lives Matter”

“Kami, klub-klub, para pemain, dan perangkat pertandingan telah lama memiliki komitmen untuk memerangi diskriminasi,” kata CEO Premier League, Richard Masters, seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports. “Para pemain telah bersuara keras soal hal ini seperti kita lihat pada musim lalu.”

Premier League mengusung kampanye No Room for Racism sebagai pengganti Black Lives Matter.
channelnewsasia.com

Lebih lanjut, Masters mengungkapkan, “Kami terus berbicara dan mendengar dari para pemain mengenai masalah ini dan mendukung mereka sekaligus melanjutkan penekanan posisi Premier League memerangi rasialisme.”

Mengenai kampanye baru yang diusung Premier League musim ini, Masters berujar, “Diskriminasi dalam semua bentuk, di mana pun, sepenuhnya tak dapat diterima dan ‘No Room for Racism’ memperjelas pendirian kami yang tak menoleransi hal tersebut.”

Seperti halnya “Black Lives Matter”, slogan “No Room for Racism” juga akan terpasang di lengan jersey pemain dan perangkat pertandingan. Namun, bentuknya bukan lagi lencana bundar, melainkan persegi panjang. Slogan itu juga akan diaplikasikan pada beberapa bentuk lainnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More