Tangisan Panjang Progreso untuk Emiliano Sala

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Sala memang bukan siapa-siapa bila dibandingkan dengan Lionel Messi atau Gonzalo Higuain. Dia bukan megabintang. Namun, kematian tragisnya telah mendatangkan duka di semua penjuru dunia. Tragedi kematiannya telah membuat warga Progreso, kampung halamannya, sangat berduka.

Sabtu (16/2/2019), tangisan panjang bergema di Progreso. Ratusan warga menunduk dalam-dalam dengan leher tercekat karena menahan haru yang menyeruak ketika melihat peti jenazah sang striker. Pun ketika peti itu dibawa ke Santa Fe, tempat jasad Emiliano Sala dikremasi sesuai permintaan keluarganya.

Warga Progreso terbenam dalam duka saat peti jenazah Emiliano Sala diangkut ke mobil duka.
clarin.com

Tentu saja, duka paling dalam dan tangisan terpanjang adalah milik keluarga Emiliano Sala. Horacio, ayahnya, hanya bisa melempar pandangan menerawang ke angkasa. Sementara itu, Mercedes, sang ibunda, tak kuasa menahan air mata. Tangisnya pecah di dada seorang anggota keluarga lainnya.

Saat itu, semua kenangan soal Emiliano Sala bangkit di benak orang-orang yang telah begitu mengenalnya. “Saya menyesalkan kehilangan seperti ini. Dia adalah pahlawan kami, seseorang yang menjadi buah bibir setiap orang,” ucap Diego Solis, mantan pelatih Emiliano Sala di Progreso, seperti dikutip Football5Star.com dari Clarin.

Tak Akan Mudah Dilupakan

Mirta Taffarel, bibi sang striker, juga punya kenangan indah. “Saya punya kenangan-kenangan terbaik. Segala yang dia capai adalah apa yang saya impikan. Dia tengah berada dalam karier terbaiknya. Saya mengingat senyumnya, seorang anak yang benar-benar bersahaja. Dia punya teman di mana-mana. Ini sungguh hari kelabu bagi kami,” kenang sang bibi.

Di tengah duka dan rasa kehilangan mendalam itu, sejumput kekecewaan memang ada. Itu terkait misteri besar di balik tragedi tersebut. Keluarga merasa tak mendapatkan penjelasan lengkap soal kematian tragis Emiliano Sala.

Warga Progreso memberikan penghormatan terakhir kepada Emiliano Sala.
clarin.com

Mengenai hal itu, Mirta coba bersikap bijak. “Saya kira tragedi ini membuat kami sangat kehilangan sesuatu dan kami di kota ini akan selalu mengingatnya. Saya ingin menemukan pihak yang bertanggung jawab pada tragedi ini. Namun, sepertinya tragedi ini merupakan takdir,” ucap dia lagi.

Progreso memang akan sulit melupakan Emiliano Sala. Sambutan luar biasa dalam prosesi pelepasan jenazahnya menjadi bukti tak terbantahkan. Neil Warnock, manajer Cardiff City, sampai takjub. “Ini momen yang sangat istimewa. Semua warga kota berkumpul. Saya sangat terkesan oleh ikatan kebersamaan yang terbangun dalam mengingat dia,” ujar Warnock.

Warnock jadi saksi tangisan panjang Progreso untuk Emiliano Sala. Tangisan yang entah kapan akan benar-benar sirna. Mungkin hingga ada anak lain dari kota kecil itu yang menggebrak dunia dan membuat seluruh warganya sangat bangga seperti.

Istirahatlah dalam damai, Emiliano Sala!

Comments
Loading...