Teriakan Persik yang Takut Bangkrut Jika Kompetisi Terus Tertunda

Football5star.com, Indonesia – Penundaan restart Liga 1 dan Liga 2 oleh pihak PSSI atas rekomendasi Mabes Polri menimbulkan reaksi beragam dari klub peserta. Salah satu faktor ekonomi membuat klub peserta Liga 1 dan Liga 2 sangat khawatir jika kompetisi terus tertunda. Persik Kediri salah satu klub yang menyuarkan hal tersebut.

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih mengaku cukup kecewa dengan keputusan untuk menunda restart Liga 1. Menurutnya kondisi seperti ini jelas sangat merugikan klub peserta Liga 1 2020.

KOLOM: Dangdutan dan Pilkada Lampu Hijau, Liga 1 Lampu Merah

Dampak kerugian yang dialami klub kata Hakim tentu saja terkait masalah sponsor. Pihak Persik mengaku harus kehilangan beberapa calon sponsor karena penundaan kompetisi.

Hal ini yang seharusnya menurut Hakim bisa jadi bahan pertimbangan dari semua pihak yang memutuskan untuk menunda restart Liga 1 2020.

“Sekarang harus ditata ulang lagi setelah ada penundaan. Tentunya dalam hal ini PSSI dan PT LIB ikut bertanggung jawab. Kalau ke depan seperti ini terus, semua klub bisa bangkrut,”
ucap Hakim seperti dikutip Football5star.com dari Kompas, Rabu (30/9/2020).

Meski begitu, Hakim mengaku bahwa pihaknya belum memutuskan rencana ke depan sampai ada keputusan resmi dari pihak terkait. “Kami akan bersikap setelah ada keputusan resmi,” ucapnya.

Menunggu keputusan resmi juga disampaikan oleh pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. Pelatih asal Belanda itu tak mau gegabah untuk menyusun rencana ke depan.

“Kita semua harus menunggu dulu (pernyataan resmi). Tentu saja kami harus mengetahui terlebih dahulu alasannya sebelum menarik kesimpulan dan mengambil keputusan,” ucap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More