Terima Kasih Jakmania dan Bobotoh, Kalian Juara!

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan lanjutan Liga 1 2019, Rabu (10/7/2019) antara Persija vs Persib di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) jadi contoh nyata kematangan suporter Indonesia, baik Jakmania dan Bobotoh.

Bagaimana tidak, laga yang awalnya diprediksi sebagaian kalangan bakal memunculkan cerita mengerikan seperti laga Persib vs Persija pada September 2018 lalu berakhir dengan perdamaian.

Gesekan yang mungkin tercipta karena ulah oknum suporter nakal tak terjadi pada laga sore itu. Berbagai langkah antisipasi memang sudah disiapkan semua pihak, mulai dari PSSI, Operator Liga 1 2019, Panpel Persija, aparat kepolisian, hingga basis pendukung Persib Bandung.

Di sosial media, himbuan dari aparat kepolisian agar pendukung Persib Bandung tak hadir di GBK turut disuarakan sejumlah akun fanbase bobotoh. Meski kemudian, faktanya masih ada saja oknum suporter Persib yang nekat hadir ke GBK.

Menariknya, kedewasaan dan kematangan cara berpikir dan bertindak panpel Persija dan suporter Jakmania teruji di sini. Sejumlah oknum yang ditengarai sebagai suporter Persib berhasil diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Kekhawatiran adanya insiden main hakim sendiri tak terjadi di GBK. Sosial media pun bisa dibilang ‘aman’, karena tak ada seruan provokasi dan hoax yang bisa mematik kemarahan.

Tak berlebihan jika kedua suporter, baik Jakmania dan Bobotoh layak dianggap sebagai juara meski pada laga itu sendiri berakhir imbang 1-1.

Mengingat seruan 28 Juli 2017

Bekasi, Jumat 28 Juli 2017 mungkin jadi momentum bersejarah untuk sepakbola nasional. Puluhan remaja berkumpul di depan pintu Stadion Patriot.

Bak mimpi di tengah bolong, para remaja ini gunakan atribut yang sebelumnya seperti tak mungkin untuk disandingkan yakni atribut Jakmania dan Bobotoh.

Malam itu, digerakan kesadaran atas nama kemanusian. Para Jakmania dan Bobotoh bergendangan tangan, menyalakan 1000 lilin untuk melakukan malam renungan pasca meninggalnya Ricko Andrean. Bobotoh yang jadi korban pengeroyokan karena melindungi Jakmania di Stadion GBLA, 22 Juli 2017

Terima Kasih Jakmania dan Bobotoh, Kalian Juara!
bola.com

Sejumlah spanduk berisi pesan kedamaian mereka pasang di pagar-pagar Stadion Patriot. Dari mimik wajah para Jakmania dan Bobotoh yang hadir malam itu tak muncul rasa benci dan ketakutan, mereka saling bertegur sapa penuh hangat dan senyum persahabatan.

Tak ada rasa benci di malam itu. Meski masih suasana berkambung pasca meninggalnya Ricko, para Jakmania dan Bobotoh ini tampak ‘bergembira’ bisa saling melempar senyum dan tawa. Mungkin di atas sana, Ricko bahagia bisa melihat pemandangan di depan Stadion Patriot Jumat malam itu.

Pelajaran dari Laga Terbaik Persib vs Persija 1957

Pergesekan antara Bobotoh dan Jakmania dalam beberapa tahun terakhir ini malah sudah memasuki tahap cukup mengkhawatirkan karena sudah memakan korban jiwa dari kedua belah pihak yang tak sedikit.

Jika di musim ini, baik panpel Persija, pihak kepolisian ataupun pihak Persib harus menyiapkan ekstra rencana agar tidak terjadi bentrok antar dua suporter. Hal itu tidak terjadi kala Persib dan Persija masih bergandengan.

Dari sekian banyak catatan sejarah pertemuan antara Persib kontra Persija. Ada satu pertandingan yang layak dikedepankan yakni pertemuan keduanya pada 08 September 1957 di Stadion Siliwangi, Bandung.

Terima Kasih Jakmania dan Bobotoh, Kalian Juara!
pikiran-rakyat.com

Dikutip dari koran pikiran-rakyat (13/07/2019), saat kedua tim ini bertemu di 1957, tidak ada rasa khawatir akan terjadinya bentrok antara kedua suporter. Malah laga ini berlangsung dengan mengusung misi mulia.

Laga persahabatan antara Persib vs Persija di 1957 ini merupakan satu dari tiga pertandingan yang diselenggarakan dalam rangka pengumpulan dana untuk korban banjir bandang di di wilayah Bandung.

Persija di laga amal tersebut tidak hanya satu kali bermain. Sebelum melawan Persib di 08 September, sehari sebelumnya Persija melakoni pertandingan melawan tim Siliwangi di di stadion yang sama. Laga Persija di Bandung era tersebut sudah berlangsung tiga kali.

Dari penelusuran pemberitaan di era tersebut, tidak ada media yang menurunkan headline soal bentrok antar suporter baik sebelum laga, saat laga, ataupun sesudah laga.

Kedua suporter hanya ingin menonton laga tersebut, menyaksikkan para legenda bermain di lapangan hijau dan mengedepankan semangat kebersamaan serta kekeluargaan. Seperti yang tertuang dalam iklan koran 1957 sebelum laga amal Persib vs Persija berlangsung,

“Hebat!! Seru!! Hebat!! Pertandingan Besar Sepak Bola di Stadion Siliwangi. Djangan Ketinggalan Melihat Pertandingan Jang Seru Ini!!! Menonton Sambil Beramal!!”

Comments
Loading...