Tersandung Kasus FFP, Trabzonspor Beda Nasib dengan Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Turki Trabzonspor dipastikan tidak akan bisa mengikuti kompetisi Liga Champions musim depan. Hal ini akibat gugatan mereka terhadap sanksi UEFA ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)

Dikutip Football5star.com dari bbc, Jumat (31/7/2020) CAS menolak gugatan dari Trabzonspor yang melarang mereka tampil di Liga Champions akibat gagal memenuhi aturan Kepatutan Finansial (FFP). Sebelumnya, pihak UEFA pada Juli 2019 menyebut bahwa laporan keuangan Trabzonspor tidak impas.

Sebelum UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain di kompetisi Eropa selama satu musim, pihak klub sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki laporan keuangan tersebut namun tidak juga dilakukan.

“Putusan yang digugat tetap berlaku dan Trabzonspor tetap dilarang tampil dari satu musim kompetisi Eropa,” bunyi pernyataan resmi CAS atas gugatan klub yang sudah berdiri sejak 1967 tersebut.

Akibat keputusan ini, tiket Liga Champions yang didapat Trabzonspor dengan finish di urutan kedua Liga Turki musim 2019-20 harus diserahkan kepada Besiktas. Nantinya Besiktas akan jadi wakil Turki di Liga Champions bersama dengan juara Liga Turki, Istanbul Basaksehir.

Pihak klub berjuluk Bordo-Mavililer itu sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Melalui halaman resmi klub, Trabzonspor menyebut masih akan mempelajari keputusan dari CAS yang sudah mereka terima.

“Keputusan setebal 45 halaman telah disampaikan CAS kepada klub 2.5 jam setelah diumumkan secara resmi. Saat ini masih diperiksa oleh pengacara kami,” bunyi pernyataan resmi klub.

Beda nasib dengan Manchester City

Apa yang dialami oleh Trabzonspor tentu berbeda dengan Manchester City. Klub yang disokong oleh milioner UEA, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, sebelumnya malah mendapat lampu hijau dari CAS untuk bermain di Liga Champions musim depan.

CAS mengabulkan gugatan City terkait sanksi UEFA pelarangan bermain di kompetisi Eropa akibat pelanggaran FFP. Padahal meski sama-sama bersinggungan dengan FFP, City awalnya diduga melakukan pelanggaran lebih berat.

View this post on Instagram

Job done 👌 #mancity

A post shared by Manchester City (@mancity) on

Jika Trabzonspor dituduh memberikan laporan keuangan yang tidak berimbang, City sejak 2014 dianggap melakukan praktik curang terkait dana sponsor.

Salah satu dokumen Football Leaks yang dimuat di surat kabar Jerman, Der Spiegel, berisi detail kesepakatan sponsor antara City dan Etihad. Secara formal, City melaporkan kepada UEFA bahwa kesepakatan tersebut bernilai 60 juta paun. Belakangan diketahui, duit senilai 59,5 juta paun diduga cuma berasal dari Seikh Mansour, yang tak lain pemilik City.

Meski begitu CAS pada 13 Juli lalu mengabulkan banding City terhadap sanksi UEFA. CAS menyatakan bahwa klub besutan Pep Guardiola tidak menggelapkan pendanaan sebagai kontribusi sponsor.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More