Terungkap, Fakhri Husaini Pernah Disuruh Atur Pertandingan

Football5Star.com – Indonesia, Mantan pelatih Timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini, mengaku pernah disuruh mengatur pertandingan saat jadi pemain. Tapi, saat itu dia secara tegas menolaknya.

Saat menjadi pemain, pelatih 54 tahun tersebut pernah memperkuat beberapa klub besar. Dari mulai Bina Taruna, Lampung Putra, Petrokomia Putra, hingga PKT Bontang. Fakhri jua memiliki 42 caps Timnas Indonesia dan mencetak 13 gol.

Akan tetapi, dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Fakhri pernah mendapatkan godaan besar. Dia pernah disuruh untuk mengatur pertandingan, tapi tak disebutkan saat memperkuat tim mananya.

“Tapi kalau saya diminta oleh pelatih, disuruh atur-atur pertandingan, itu sudah pernah. Saya sampaikan ke pelatih itu, kalau kamu pasang saya, saya akan buat gol, saya gak peduli tim ini menang, tapi kalau memang kalian mau atur, jangan mainkan saya,” ungkap Fakhri Husaini dalam kanal YouTube Hanif & Rendy Show.

Fakhri Husaini: Keberanian Putra Lhokseumawe di sepak Bola Nasional
Fakhri Saat Jadi Pemain

“Akhirnya kesepakatan itu saya dikeluarin di babak kedua, ya terserah kalau memang babak kedua diatur-atur yang penting saya gak ikut main yah, dan itu sudah saya lakukan.”

Buat Fakhri, dosa besar ketika pesepak bola mengkhianati penonton yang datang ke stadion. Apalagi penonton yang datang bisa 20 ribu sampai 30 ribu yang datang ke stadion.

“Kemudian kita sudah tahu hasil pertandingan itu seperti apa, ini pengkhiatan yang luar biasa, ini kejahatan yang luar biasa. Terbayang gak oleh kita, bahwa mungkin tidak semua penonton sepak bola indonesia itu orang-orang kaya ya,” papar dia.

“Bisa jadi untuk membeli tiket 20rb itu dia kerja dua hari dua malam gak tidur, bisa jadi dia untuk menonton dengan anak istrinya, bawa keluarganya itu dia kerja seminggu itu banting tulang, tapi di tengah lapangan ternyata kita bermain sandiwara,” tutup Fakhri Husaini.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More