Thomas Mueller Tak Mau Terlena oleh Kemenangan atas Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich baru saja menuai hasil luar biasa. Tim asuhan Hansi Flick secara gemilang menang 8-2 atas Barcelona pada perempat final Liga Champions, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. Namun, Thomas Mueller tak mau terlena. Menurut dia, target belumlah dicapai.

Thomas Mueller mengingatkan, misi Bayern Munich ke Portugal, tempat gelaran 8-besar Liga Champions, bukanlah untuk mempermalukan Barcelona. Mengalahkan El Barca hanya bagian dari sebuah misi yang lebih besar.

“Anda dapat membayangkan kami merasa senang setelah laga ini. Namun, kami harus tetap tenang dan melakukan pemulihan. Kami harus merasa sangat bahagia,” kata Thomas Mueller seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Thomas Mueller mencetak 2 gol dan 1 assist saat bayern Munich menang 8-2 atas Barcelona pada perempat final Liga Champions.
standard.co.uk

Mueller lebih lanjut mengungkapkan, “Besok pagi, kami akan bangun dan menjawab berbagai pesan di telepon dari seluruh dunia. Lalu, kami harus fokus pada pertandingan berikutnya. Kami di sini untuk memenangi final.”

Mengenai kemenangan 8-2, Mueller mengaku terkejut. Dia tak pernah membayangkan Bayern dapat menangguk kemenangan sangat telak atas Barcelona, salah satu tim kuat dan terhormat di Eropa. “Sungguh sulit dijelaskan. Tim kami dalam bentuk yang luar biasa,” ucap dia.

Mueller Tak Merasa Jadi Man of The Match

Pada pertandingan yang dipimpin wasit Damir Skomina itu, Mueller punya peran besar pada kemenangan 8-2 yang dibukukan Bayern. Dia mencetak 2 gol dan satu assist. Performa apiknya itu membuat dia dinobatkan sebagai man of the match.

Secara pribadi, torehan 2 gol pada laga ini membuat Mueller sejajar dengan striker legendaris AC Milan, Andriy Shevchenko. Mereka berdua jadi pemain dengan koleksi gol terbanyak saat melawan barcelona pada ajang Liga Champions. Mueller dan Sheva sama-sama mengemas 5 gol.

Peran apik Mueller diakui pelatih Hansi Flick. “Mueller pantas jadi man of the match. Dia adalah sosok yang mengontrol pressing kami,” ucap pelatih berumur 55 tahun itu.

Meskipun demikian, Thomas Mueller tak menepuk dada. “Terima kasih untuk trofi man of the match ini, tapi kami punya 12 atau 15 pemain yang pantas mendapatkannya,” kata dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More