Thomas Tuchel Alami Kasus Serupa dengan Robert Alberts?

Football5star.com, Indoensia – Kabar mengenai pemecatan pelatih PSG, Thomas Tuchel jadi sorotan banyak pihak. PSG di separuh musim 2020-21 berada di posisi tidak buruk. Mereka masih berada di papan atas klasemen Ligue 1 dan mampu lolos dari babak fase grup Liga Champions setelah singkirkan Manchester United.

Lantas apa yang membuat manajemen PSG harus mendepak Tuchel? Media Inggris, Mirror, Jumat (25/12/2020) menyebut faktor yang membuat Tuchel dipecat disebabkan kesalahan seorang jurnalis menerjemahkan wawancara pelatih asal Jerman tersebut.

Menurut laporan Mirror, si jurnalis tersebut menerjemahkan ucapan Tuchel bahwa dirinya merasa seperti seorang politikus atau menteri olahraga karena tekanan dari manajemen PSG. Tuchel sendiri berusaha untuk mengklarifikasi terjemahan salah tersebut.

“Saya tidak mengatakan hal itu, tentang politik dan olahraga atau bahwa saya telah kehilangan kesenangan sebagai pelatih. Ini tidak benar. Mungkin terjemahan itu memang salah,” kata Tuchel kepada Canal +

“Tonton video wawancara saya. Saya hanya mengatakan bahwa PSG unik dan itu tantangan besar bagi saya. Selalu seperti itu,” tambahnya.

Namun nasi telah menjadi bubur. Pihak PSG dengan tegas merespon keselahan terjemahan itu dengan memecat Tuchel sebagai pelatih. Sebelumnya, direktur olahraga PSG, Leonardo juga sempat mengatakan ketidaksukaannya kepada pernyatan-pernyataan Tuchel.

“Saya tidak suak pernyataan pelatih Tuchel. Saya tidak mengerti dan saya tidak menyukainya. Klub tidak menyukainya,” kata Leonardo.

Robert Alberts Pernah Alami Kasus Serupa

Salah terjemahan dan jadi polemik juga sempat dirasakan oleh pelatih Persib, Robert Alberts beberapa waktu lalu. Pelatih asal Belanda itu sempat diangap mengeluarkan pernyataan bahwa ada orang-orang rakus di PSSI.

Ucapan Roberts ini membuat pengurus PSSI berang. Bahkan pihak PSSI pada Oktober lalu itu ingin membawa kasus tersebut ke Komisi Displin.

persib.co.id

“Komentar tersebut akan kami bawa ke Komite Disiplin Etik. Nanti kami minta PSSI melalui Kesekjenan untuk menyampaikan surat klarifikasi komentar Robert Rene Alberts,” kata Ketua Komite Etik PSSI, Bambang Usadi.

Roberts sendiri menegaskan bahwa ada kesalahan dari wartawan yang menerjemahkan pernyataannya tersebut.

“Saya berbicara dengan Bahasa Inggris karena saya menguasainya dan apabila menggunakan Bahasa Indonesia, mungkin dikhawatirkan akan ada yang keliru.”

“Saya tidak pernah membahas, misalnya seperti yang diduga saat ini. Saya menegaskan tidak pernah menyebut satu nama di PSSI.”

Jadi, sekali lagi ini adalah kesalahan dalam menerjemahkan atau mengartikan dari bahasa yang saya gunakan (Inggris) ke Bahasa Indonesia. Bukan dari ofisial media kita tentunya,” kata Roberts saat itu.

Liga PrancisParis Saint GemainPSSIRobert AlbertsThomas Tuchel