Tuchel Cemas Neymar cs. Dihukum Berat karena Insiden Le Classique

Football5Star.com, Indonesia – Jika ada pelatih yang paling mumet saat ini, itu pastilah Thomas Tuchel. Bila ada pelatih yang paling sial saat ini, sepertinya itu juga pelatih Paris Saint-Germain (PSG) tersebut. Pelatih asal Jerman itu seperti tak putus dirundung malang.

Musibah seperti tak henti mendera Tuchel. Tulang jari kakinya patah jelang lanjutan Liga Champions pada Juli silam. Begitu kompetisi mau mulai, tujuh pemain Les Parisiens positif COVID-19. Dua kekalahan beruntun pun dialami tim asuhannya. Kekalahan terakhir yang diderita dari Olympique Marseille pun berbuah tiga kartu merah bagi anak-anak asuhnya.

Khusus kekalahan dari Marseille, Tuchel punya kecemasan tersendiri. Gara-gara kartu merah, Neymar, Layvin Kurzawa, dan Leandro Paredes dipastikan absen lawan Metz. Tiga pemain PSG itu bahkan terancam hukuman lebih berat karena insiden kericuhan dengan para pemain Marseille pada pengujung laga.

Kericuhan pada laga Le Classique antara PSG dan Marseille membuat Thomas Tuchel makain susah.
vanguardngr.com

Insiden kericuhan pada laga Le Classique dipastikan jadi agenda Komisi Disiplin Ligue de Football Professionnel (LFP). Neymar cs. dapat dijatuhi sanksi tambahan bila terbukti melakukan pelanggaran berat.

“Saya mencemaskan pertemuan komisi disiplin (soal insiden Le Classique) dan kemungkinan hukuman yang dijatuhkan,” kata Thomas Tuchel seperti dikutip Football5Star.com dari Sport24.

Lebih lanjut, eks pelatih Borussia Dortmund itu berujar, “Saya takut konteks peristiwa tak diperhitungkan oleh mereka. Ya, secara pribadi, saya merasa cemas.”

Tanpa melihat konteks keseluruhan, satu sosok dipastikan mendapat hukuman berat. Dia adalah Neymar. Aksinya memukul Alvaro Gonzalez bisa berbuah larangan main dalam 7 pertandingan.

Ancaman untuk Di Maria

Insiden kericuhan pada Le Classique melawan Marseille memperpanjang masalah yang dihadapi Tuchel, terutama soal penyusunan tim. Hingga beberapa pekan ke depan, dia dipastikan tak dapat menurunkan starting XI terbaik. Padahal, untuk bangkit dari keterpurukan saat ini, hal itu sangat dibutuhkan.

Bukan hanya Neymar, Paredes, dan Kurzawa yang terancam absen lama dari skuat PSG. Angel Di Maria pun demikian. Meskipun tak terlibat kericuhan pada pengujung laga Le Classique, dia sempat berusaha meludahi Gonzalez.

Tayangan Telefoot bisa jadi alat bukti bagi komisi disiplin untuk menghukum Di Maria. Pada sebuah kesempatan, Gonzalez melanggar bintang asal Argentina itu. Dia lantas memberikan bola. Namun, Di Maria malah meludah ke arah sang lawan. Meskipun ludahnya tak mengenai Gonzalez, ulahnya bisa saja dinilai sebagai pelanggaran berat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More