Thomas Tuchel Tak Aneh PSG Dikalahkan Tim Juru Kunci

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan mengejutkan yang dialami Paris Saint-Germain (PSG) dari tim juru kunci Ligue 1, Dijon FCO, tak membuat Thomas Tuchel terkejut. Bagi pelatih Les Parisiens, kekalahan pada Sabtu (2/11/2019) dini harI WIB itu bukan sesuatu yang mengherankan atau mengejutkan sama sekali.

“Tim pemuncak klasemen kalah dari juru kunci? Begitulah sepak bola, Semuanya mungkin, kan? Ini bukan kali pertama juru kunci mengalahkan pemimpin klasemen. Ini juga tak akan jadi yang terakhir,” ujar Thomas Tuchel selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Le Figaro.

Lebih jauh, eks pelatih Borussia Dortmund itu menilai PSG memang pantas kalah. Dia menunjuk performa babak pertama sebagai penyebabnya. “Kami kalah karena penampilan babak pertama. Kami hanya melepaskan tiga tembakan. Pada babak kedua, kami mampu melepaskan 17 tembajan. Itu perbedaan besar. Saya berharap kecepatan dan mentalitas yang lebih baik dalam duel,” kata dia.

Kekalahan PSG dari Dijon pada pekan ke-12 Ligue 1 tak membuat Thomas Tuchel terkejut.
tellerreport.com

Thomas Tuchel lantas mengingatkan, kekalahan dari Dijon adalah pelajaran berharga bagi anak-anak asuhnya. Dia meminta Marquinhos cs. tak terlena oleh sanjungan apa pun.

“Mungkin, seperti dikatakan semua orang, kami berada di liga lain dibanding Dijon. Benar, kami berada di liga lain. Kami sangat kuat. Namun, itu hanya jika kami bermain dengan kemampuan 100%,” ungkap pelatih asal Jerman itu lagi.

Thomas Tuchel lantas mengungkapkan hal terburuk dari penampilan PSG pada laga melawan Dijon. Itu adalah kemampuan mencetak gol meskipun tak memiliki peluang sama sekali. “Itu sungguh tak pantas. Kami tak mampu mengontrol permainan, tak bermain dengan kecepatan, presisi, dan mentalitas yang tepat,” ucap dia.

Kekalahan 1-2 dari Dijon membuat tim asuhan Thomas Tuchel kini telah mengalami tiga kali kalah sepanjang 12 pekan Ligue 1. Kali terakhir hal itu dialami PSG pada musim 2010-11 saat ditangani Antoine Kombouare.

Comments
Loading...