Timnas Indonesia 20 Menit Bagus Lawan Malaysia, Sisanya Ampas

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia harus mengakui kekalahan dari Malaysia 2-3 di laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kekalahan timnas dari musuh bebuyutan ini lebih disebabkan karena ketidakmampuan pemain mengontrol tempo permainan dan soal transisi permainan.

“Kekalahan Indonesia dari Malaysia dalam hal tempo permainan. Pelatih tidak bisa menganalisis bagaimana fisik pemain. Selama 20 menit pertama, pemain geber permainan. Ditambah dengan dukungan penonton, tenaga pemain dari yang 50 persen jadi 100 persen,” kata pengamat sepak bola Akmal Marhali saat dihubungi Football5star.com, Sabtu (7/9/2019).

“Permasalahannya kan sepak bola 90 menit, ketika di-geber habis 20 menit. Sisanya Indonesia tinggal ampas. Yang ada permainan timnas seperti bermain di klub, melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan tanpa skema,” tambah Akmal.

Akmal Marhali pun menyoroti bagaiamana soal pemain timnas yang tidak mampu mematikan permainan umpan crossing dari pemain Malaysia. Menurut Akmal, pemain Malaysia memiliki kemampuan memberi umpan crosing secara diagonal dan itu tak mampu diantisipasi pemain timnas.

“Kita harus akui bahwa pemain Malaysia lebih bagus dalam hal umpan crossing. Mereka bisa melakukan crosing diagonal. Pemain kita crossing-nya itu bolanya lurus. Yang sulit itu bola yang diagonal, Malaysia punya itu,” kata Akmal.

Pola permainan Indonesia pun jika dilihat saat melawan Malaysia hanya mengandalkan skema kecepatan dari Andik Vermansah dan Sadil Ramdani. Sedangkan Malaysia tunjukkan permainan yang lebih sederhana dan taktis.

“Hanya andalkan Sadil di kanan, Andik di kanan, dan Beto di depan. Ketika ketiganya habis, selesai. Tidak ada transisi permainan di laga melawan Malaysia,”

“Ini yang tidak terjadi seperti di eranya Luis Milla. Ketika ada dua tiga pemain bermasalah, maka ada perubahan permainan. Tidak ada solusi lain untuk menekan lawan,” tambah Akmal.

Comments
Loading...