KOLOM: Timnas U-19 Jangan Pikirkan Piala Dunia U-20

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Tepat pada awal bulan ini, sepak bola Indonesia hampir saja menorehkan catatan emas. Sayang, timnas U-16 gagal mengalahkan Australia dan menembus semifinal Piala AFC U-16 yang berhadiah tiket lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 di Peru.

Sayang, sungguh sayang memang. Padahal, seperti dikatakan pelatih Fakhri Husaini sebelum laga itu, Indonesia hanya “berjarak” 90 menit saja dari Piala Dunia, pentas yang didambakan selama ini. Andai saja terwujud, nama mereka akan harum sepanjang masa sebagai pencetak sejarah.

Indra Sjafri akan memimpin timnas U-19 di Piala AFC U-19.
pssi.org

Melihat timnas, entah itu senior ataupun junior, berbicara di pentas dunia memang sudah menjadi ambisi bersama. Asalkan suka sepak bola Indonesia, siapa pun pasti mendambakan itu. Tak peduli dia berada di barisan cebong atau kampret. Tak peduli juga dia suka ketua PSSI rangkap jabatan atau tidak.

Kini, impian bersama itu kembali dirajut mulai Kamis (18/10/2018). Itulah saat timnas U-19 berjibaku di Piala AFC U-19. Ini adalah jembatan emas menuju Piala Dunia U-20. Masuk 4-besar, tiket ke Piala Dunia U-20 bakal berada dalam genggaman. Itu akan spesial, terutama bagi Egy Maulana Vikri. Pasalnya, Piala Dunia U-20 akan digelar di Polandia, tempatnya mengadu nasib saat ini.

Tetap Menjejak Bumi

Tentu saja, langkah tak akan mudah. Adangan dari tim-tim terbaik Asia akan jadi sandungan. Memang benar, kita saat ini berstatus tuan rumah. Puluhan ribu pendukung Garuda Nusantara pasti memadati GBK setiap kali anak-anak asuh Indra Sjafri berlaga. Namun, dukungan melimpah publik sepak bola Indonesia itu bukan jaminan untuk lolos dari semua adangan dan jadi juara.

Catatan sejarah membuktikan, sudah 22 tahun berlalu sejak kali terakhir tuan rumah berhasil menjuarai AFC U-19. Memang benar, kita tak menargetkan juara, cukup 4-besar saja. Namun, sejak milenium baru, hanya Myanmar yang mampu lolos ke 4-besar saat menjadi tuan rumah pada 2014.

Lalu, apakah ini berarti kita harus pesimistis? Tentu saja tidak. Itu hanyalah fakta yang seharusnya membuat publik sepak bola Indonesia tak terlalu meratap tak berkesudahan andai Egy dkk. kandas seperti David Maulana cs. pada awal Oktober lalu itu.

Tidak salah menggantung asa tinggi, tapi tetap menjejak bumi pun kiranya sungguh terpuji. Lagi pula, harapan yang terlalu tinggi sering kali jadi bumerang yang menghantam balik dan belenggu yang membebani langkah kaki para pemain di lapangan. Sudah terlalu sering garuda terjatuh saat ekspektasi para pencinta sepak bola Indonesia untuk meraih trofi kian menggunung.

Ada baiknya, kita bersama-sama mendukung Egy dkk. untuk menikmati bermain bola layaknya bocah-bocah kampung di lapangan berdebu. Sungguh tak perlu menggaungkan soal tiket ke Piala Dunia U-20. Terpenting adalah mereka tampil lepas di setiap laga. Jika nantinya semifinal ditembus dan tiket ke Polandia didapatkan, anggap saja itu bonus dari Sang Mahabaik bagi sepak bola Indonesia.

Comments
Loading...