Tindakan Syed Saddiq Bisa Membuatnya Di-Reshuffle

Football5star.com, Indonesia – Menteri Olahraga Malaysia Syed Saddiq disebut media lokal layak diganti oleh Perdana Menteri Mahatir Muhammad. Menteri berusia 26 tahun tersebut banyak bertindak di luar batas.

Dikutip Football5star.com dari Malaysiakini, Sabtu (23/11/2019) Syed Saddiq bersama dua menteri lain, Teresa Kok (menteri perindustrian) dan Maszlee Malik (menteri pendidikan) reshuffle Mahatir Muhammad.

Menurut laporan dari media Malaysia tersebut, selama menjabat sebagai menteri, Syed Saddiq dianggap tak memiliki prestasi kerja.

malaysiakini.com

“Sebaliknya, dia sangat bertanggung jawab yang membuat publik begitu sinis terhadap program kerja pemerintahan Pakatan Harapan (koalisi partai di pemerintahan Mahatir Mohamad),” tulis Malaysiakini yang dipublikasikan pada November 2019.

Salah satu tindakan Syed Saddiq yang menjadi sorotan publik Malaysia adalah dugaan penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan politik.

Pada Oktober 2019, pertemuan Syed Saddiq dengan perusahaan Cleo Internasional membahas kerjasama E Sport membuat publik geram.

Pasalnya perusahaan yang dipimpin oleh Fathiah Syazwana Shaharuddin baru berdiri satu minggu sebelum pertemuan dengan Syed Saddiq berlangsung.

Hal ini yang membuat sejumlah tokoh oposisi Malaysia menyebut Syed Saddiq dituduh penyalahgunaan kekuasaan atas pertemuan tersebut. Ditambah dengan kondisi terakhir pasca laga Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, bukan tidak mungkin Syed Saddiq bakal di-reshuffle.

Apalagi Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) telah mengirimkan nota keberatan atas insiden pemukulan dan penusukan suporter Indonesia di Malaysia.

Terakhir, Syed Saddiq malah menyebut aksi pemukulan dan penusukan suporter Indonesia hanya hoax belaka. Hal ini langsung dibantah oleh para korban.

“Setelah mendengar statement dari Mentri Pemuda dan Olah Raga Malaysia, saya merasa sedih dan kasihan karena sekelas Mentri bisa mengeluarkan statement seperti itu,” kata Yovan.

“Saya ingin mengklarifikasi kalau yang di video itu benar dan tidak hoax sama sekali. Ini adalah bukti dari kebiadaban suporter Malaysia malam itu dan ini nyata, tidak hoax sama sekali. Jadi, kalau anda saya berbohong, maka anda salah.”

Comments
Loading...