Tottenham Akan Hadapi Tantangan Berat di Final Liga Champions

Football5Star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur berhasil membuat kejutan sekaligus sejarah besar. Kamis (9/5/2019) dini hari WIB, Spurs memastikan lolos ke final Liga Champions berkat kemenangan 3-2 di kandang Ajax yang dihiasi hat-trick Lucas Moura.

Torehan sejarah itu membuat kubu Tottenham Hotspur diliputi euforia. Maklum saja, perjalanan mereka pada Liga Champions musim ini tidaklah mulus. Mereka pun tak termasuk unggulan. Berbagai bursa taruhan lebih mengunggulkan Barcelona dan Real Madrid.

Setelah melewati Ajax pada semifinal, Tottenham Hotspur akan menghadapi tantangan mahabesar pada final Liga Champions melawan Liverpool.
standard.co.uk

Akan tetapi, euforia itu harus segera diakhiri. Pasalnya, mereka akan menghadapi tantangan mahabesar pada final nanti. Liverpool, lawan yang akan dihadapi pada laga di Stadion Wanda Metropolitano, adalah kekuatan menakutkan. Dalam dua pertemuan pada ajang Premier League musim ini, tim asuhan Mauricio Pochettino selalu kalah 1-2.

Tantangan yang lebih besar datang dari status sebagai debutan final Liga Champions. Sejak era Liga Champions pada 1992-93, tim yang lolos untuk kali pertama tak punya catatan bagus. Hampir semuanya gagal menjadi juara. Dari enam tim terdahulu yang masuk final Liga Champions (juga Piala Champions) untuk kali pertama, hanya satu yang juara.

Catatan Miring Final Dua Tim Senegara

Satu-satunya anomali adalah tim debutan final pertama, Borussia Dortmund, pada 1996-97. Kala itu, tim asuhan Ottmar Hitzfeld secara mengejutkan mampu menang atas Juventus yang berstatus juara bertahan dengan skor 3-1.

Tottenham Hotspur harus mampu membuat anomali seperti yang dibuat Borussia Dortmund pada final Liga Champions 1996-97.
espn.com

Setelah itu, lima tim lain “nyungsep”. Valencia dihajar 0-3 oleh Real Madrid pada 1999-00, Bayer Leverkusen takluk 1-2 dari Madrid pada 2001-02, AS Monaco kalah 0-3 dari FC Porto pada 2003-04, Arsenal keok 1-2 dari Barcelona 2005-06, dan Chelsea kalah lewat adu penalti dari Manchester United pada 2007-08.

Selain itu, catatan pertemuan klub senegara di final Liga Champions juga tak memihak klub dengan pengalaman lebih minim. Tengok saja Real Madrid vs Valencia pada 1999-00, AC Milan vs Juventus (2002-03), Manchester United vs Chelsea (2007-08). Ketiga final itu dimenangi tim yang punya tradisi lebih baik di ajang ini.

Hal serupa juga terlihat pada tiga final dua klub senegara lainnya, yakni Bayern Munich vs Borussia Dortmund (2012-13), dan Real Madrid vs Atletico Madrid (2013-14, 2015-16). Sang pemenang lagi-lagi adalah tim yang lebih sering juara di ajang antarklub terbesar di Eropa tersebut. Catatan ini harus betul-betul diwaspadai oleh Tottenham Hotspur.

Comments
Loading...