Tren Buruk Top Skorer Liga Belanda di Premier League

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Brighton and Hove Albion baru saja mendatangkan top skorer Liga Belanda, Alireza Jahanbakhsh, dari AZ Alkmaar. Walau berstatus sebagai pencetak gol terbanyak, ia tampaknya harus berhat-hati mengingat tren buruk yang selama ini menghantui alumni top skorer Eredivisie.

Kompetisi Premier League yang dikenal keras seakan menjadi kuburan abadi top skorer dari Liga Belanda. Praktis hanya Ruud van Nistelrooy yang mampu melanjutkan tren gemilangnya saat pindah dari PSV Eindhoven ke Manchester United beberapa tahun lalu.

Setelah itu, kompetisi tertinggi Inggris menjadi antiklimaks karier penyerang-penyerang handal dari Liga Belanda. Jauh sebelum kedatangan Jahanbakhsh, pemain berstatus top skorer Eredivisie seperti Jari Litmanen, Mateja Kezman, Memphis Depay, hingga Vincent Janssen, sudah merasakan pahitnya Liga Inggris.

memphis depay,manchester united,liga inggris,lyon,jose mourinho
Getty Images

Kezman yang dalam tiga musim beruntun jadi pencetak gol terbanyak Eredivisie bersama PSV tampil mengecewakan ketika pindah ke Chelsea. Ia hanya mencetak tujuh gol dari 47 penampilan bersama The Blues.

Begitu pula dengan Litmanen. Top Skorer Eredivisie musim 1992-1993 itu hanya mampu mengemas sembilan gol dari 43 pertandingan. Nasib serupa juga dirasakan Manchester United dan Tottenham Hotspur ketika mendatangkan Memphis Depay dan Vincent Janssen.

Depay hanya menjadi pesakitan di bangku cadangan United hingga akhirnya dilego ke Olimpique Lyon. Sedangkan Janssen tak ubahnya sebagai penonton di bangku cadangan Spurs. Torehan 27 golnya bersama AZ Alkmaar musim 2014-2015 tidak berbekas di London Utara dengan hanya mencetak enam gol saja.

Tentu kegagalan-kegagalan ini bisa membuat mental Jahanbakhsh terganggu. Tapi di sisi lain, ini bisa menjadi tantangan baginya untuk memutus rantai tren buruk tersebut.

Comments
Loading...