Tujuh Perubahan Real Madrid di Tangan Zidane

Memang saat ini masih terlalu dini untuk menilai apakah kepemimpinan Zinedine Zidane lebih baik dibandingkan dengan Rafael Benitez. Namun dengan raihan 10 poin dari empat pertandingan terakhir membuktikan bahwa pria asal Prancis tersebut bisa membawa perubahan ke tubuh Real Madrid. Squawka menganalisis tujuh perubahan Madrid di bawah komando Zidane.

1. Kembalinya Isco

Zidane melakukan perubahan pertama dengan mengembalikan Isco sebagai pemain utama Madrid. Bukan hanya bermain dalam tim, Isco juga diberikan peran oleh Zidane sebagai pusat permainan. Pemain berusia 23 tahun tersebut bisa membuat 80 sentuhan dalam satu laga. Sedangkan di bawah asuhan Benitez, Isco hanya berhasil membuat 59 sentuhan dalam satu pertandingan.

2. Memainkan Tiki Taka

Zidane memang ingin fokus dalam membangun penguasaan bola lewat passing dengan mengadopsi gaya Tiki Taka. Memainkan bola lewat passing-passing pendek menjadi salah satu satu alasan peningkatan jumlah sentuhan Isco. Rata-rata bersama Zidane, Madrid menghasilkan 553 passing dalam satu pertandingan. Sedangkan bersama Benitez, Cristiano Ronaldo dan tim hanya mampu membuat 464 passing pada satu pertandingan.

3. Fokus pada kebugaran

Zidane sangat terkejut mengetahui rendahnya tingkat kebugaran para jugador El Real saat pertama kali bertugas pada awal bulan Januari 2016. Hal tersebut membuat Zidane langsung fokus pada peningkatan kondisi fisik pada setiap latihan yang dijalani skuat Los Blancos.

4. Mengasah kemampuan tendangan bebas Cristiano Ronaldo

Ronaldo memang punya keahlian membuat gol dari tendangan bebas, namun kapan terakhir kali dia mampu melakukan itu? Ronaldo tercatat telah melakukan 57 tendangan bebas tanpa ada satu pun yang berbuah gol pada musim 2014-15.

Kapten tim nasional Portugal tersebut kini dipantau langsung secara pribadi oleh Zizou, yang dikenal memiliki tendangan bebas berbahaya saat masih aktif bertanding. Meski belum berhasil mencetak gol dari bola mati, namun tendangan Ronaldo menjadi lebih terarah.

5. Jese sebagai Super Sub
Sama halnya dengan Isco, Zidane juga bisa memanfaatkan Jese jauh lebih baik dibandingkan Benitez. Jese masuk sebagai pemain pengganti dalam empat laga terakhir, dan kontribusinya berhasil membuat skuat El Real lebih seimbang.

6. Meninggikan garis pertahanan

Lini belakang mereka bermain dengan garis pertahanan yang tinggi karena menampilkan serangan ekstra ketat. Dalam pola permainan Zidane, seringkali kita Pepe dan Ramos bermain hampir di tengah garis lapangan. Sebelumnya kedua bek tengah tersebut hanya berkutat di depan garis gawang pada masa Benitez.

7. Lebih tenang

Ini mungkin hanya sebuah kebetulan, namun di bawah asuhan Zidane, Madrid bermain lebih tenang dan sangat disipilin dalam empat pertandingan terakhir. El Real hanya mengantongi satu kartu kuning, dan tanpa kartu merah pada empat laga terakhir di La Liga. Sedangkan saat ditangani Benitez, Madrid mengoleksi rata-rata dua kartu kuning dalam setiap pertandingan.

Comments
Loading...