UEA vs Indonesia: 5 Pemain Lawan yang Patut Diwaspadai McMenemy

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga lanjutan Pra-Piala Dunia 2022. Kamis (10/10/2019) pukul 23.00 WIB, anak-anak asuh Simon McMenemy dijadwalkan menghadapi timnas UEA di Stadion Al Maktoum, Dubai.

Setelah mengalami kekalahan dari Malaysia dan Thailand di kandang sendiri, laga nanti sangat penting bagi timnas Indonesia. Kemenangan jadi harga mati untuk dapat terus merenda mimpi tampil di putaran final Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, tiga angka tentu saja akan sangat sulit diraih Tim Garuda. Meskipun kesulitan, timnas UEA mampu menang 2-1 atas Malaysia di kandang lawan pada pertandingan pertama. Secara khusus, Evan Dimas dkk. harus mewaspadai lima pemain berbahaya tuan rumah. Berikut ini, Football5Star.com mengulas kelima pemain tersebut.

1. Ali Mabkhout

Ali Mabkhout adalah pemain tersubur di skuat timnas UEA saat ini.
straitstimes.com

Di skuat timnas UEA, Ali Mabkhout adalah pemain termahal dan tersubur. Menurut Transfermarkt, pemain depan berumur 29 tahun itu memiliki nilai jual sebesar 4 juta euro. Adapun koleksi golnya hingga kini mencapai 51 gol dari 76 pertandingan.

Hal yang membuat pemain ini patut diwaspadai tentu saja ketajamannya. Malaysia telah menjadi bukti kegarangan pemain Al Jazira ini. Dua golnya membalikkan keadaan menjadi 2-1. Bila ditarik ke belakang, dia ternyata hanya dua kali absen mencetak gol dalam delapan laga terakhir Al Abyad.

2. Ahmed Khalil

Ahmed Khalil kembali dipanggil ke timnas UEA jelang laga lawan timnas Indonesia dan Thailand.
foxsportsasia.com

Inilah pemain dengan jumlah caps terbanyak di skuat tim asuhan Bert van Marwijk. Hingga saat ini, Ahmed Khalil telah turun dalam 103 pertandingan. Dia pun pemain tersubur kedua di bawah Ali Mabkhout. Sepanjang kiprahnya bagi Al Abyad, dia telah mencetak 47 gol.

Sejak timnas UEA ditangani Van Marwijk, Ahmed Khalil memang belum pernah bermain. Dia selalu absen dalam tiga laga yang telah dilakoni timnya. Khusus saat menghadapi Malaysia, dia absen karena alasan personal. Kini, menghadapi timnas Indonesia dan Thailand, dia kembali memperkuat Al Abyad.

3. Omar Abdulrahman

Omar Abdulrahman sudah diturunkan Bert van Marwijk saat melawan timnas Malaysia.
khaleejtimes.com

Lama dibekap cedera, Omar Abdulrahman kembali bermain untuk timnas UEA saat menang 2-1 atas timnas Malaysia, bulan lalu. Dia masuk menggantikan Khalil Ibrahim Al Hammadi pada menit ke-73. Menghadapi timnas Indonesia, tentu saja kondisi gelandang serang ini sudah jauh lebih baik dan mungkin saja turun sebagai starter.

Omar Abdulrahman sudah lama dikenal sebagai pemain dengan skill mumpuni. Dia bahkan sempat dijuluki Lionel Messi-nya UEA. Julukan tersebut tentu saja tak dipandang sebelah mata. Seklub di Al Jazira, dia akan jadi penyokong pergerakan Ali Mabkhout di lapangan.

4. Khalfan Mubarak

Khalfan Mubarak merupakan playmaker lawan yang harus diwaspadai timnas Indonesia.
sportskeeda.com

Seperti Ali Mabkhout dan Omar Abdulrahman, Khalfan Mubarak juga bermain untuk Al Jazira. Posisinya adalah sayap kanan. Pada pertandingan melawan timnas Malaysia, dia tak berada di skuat asuhan Bert van Marwijk. Namun, dia selalu turun pada dua laga sebelumnya.

Ketiadaan saat melawan Malaysia mungkin membuat Khalfan Mubarak tak jadi sorotan. Padahal, playmaker Al Jazira ini termasuk sosok istimewa. Mei silam, dia ganjar penghargaan Pemain Terbaik UEA. Itu membuktikan kelasnya di atas lapangan. Tak heran bila nilai pasarnya ditaksir berada dikisaran 2,5 juta euro.

5. Ali Salmin

Ali Salmin jadi tameng di lini tengah timnas UEA.
championat.asia

Umurnya memang baru 24 tahun, tapi posisinya di timnas UEA sudah sangat vital. Dialah andalan Al Abyad di lapangan tengah. Meskipun bertubuh mungil -tingginya hanya 169 cm- dia selalu jadi andalan di posisi gelandang bertahan. Termasuk saat mereka menang 2-1 atas timnas Malaysia.

Ali Salmin tercatat baru 21 kali tampil membela timnas UEA. Namun, hanya tiga kali dia tak tampil sebagai starter. Sepanjang 2019, pemain Al Wasl ini hanya sekali tak tampil penuh dalam delapan laga yang dilakoninya bersama Al Abyad. Ketangguhan pemain ini di lini tengah akan jadi tantangan bagi lini tengah dan depan timnas Indonesia.

Comments
Loading...