UEFA Euro 2016: Pelatih Belgia Kritik Strategi Bertahan Italia

Pelatih Timnas Belgia, Marc Wilmots, tak senang dengan kekalahan dari Italia. Wilmots lantas mengkritik Gli Azzurri yang dianggapnya terlalu bermain bertahan.

Belgia dalam kepercayaan diri tinggi menghadapi Italia dalam laga perdana Grup E Piala Eropa di Stade de Lyon, Lyon, Selasa (14/6/2016) dinihari WIB ini. Pasalnya mereka adalah favorit juara dengan berbekal pemain bintang yang tengah menanjak.

Selain itu, Belgia juga sempat mengalahkan Italia dalam laga persahabatan beberapa waktu lalu dan lawannya pun datang dengan kondisi skuat tak lengkap setelah kehilangan Marco Verratti serta Claudio Marchisio.

Namun, dalam prakteknya di atas lapangan, Belgia rupanya kesulitan meski mendominasi permainan dengan 55 persen ball possesion. Eden Hazard dkk memang bikin 18 attempts namun lebih banyak dilakukan dari luar kotak penalti dan hanya tiga yang on target.

Sementara, Italia lebih efisien dengan memiliki 11 attempts di mana enam mengarah ke gawang dan dua jadi gol lewat Emmanuele Giaccherini dan Graziano Pelle di masing-masing babak.

Usai pertandingan, Wilmots pun kesal dengan kekalahan timnya tersebut. Selain itu eks pemain Belgia tersebut juga mengkritik permainan Italia yang dinilainya terlalu bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

“Ini tentunya kekecewaan untuk seluruh anggota tim,” ujar Wilmots di Football Italia.

“Di babak pertama kami sama sekali tidak memberi mereka kesempatan dan dan kami membuat beberapa peluang, meski sebagian besar dari jarak jauh. Kami membuat kesalahan kecil di lini pertahanan dan Italia bikin gol. Ada kesalahan komunikasi antara Alderweireld dan Ciman,” sambungnya.

“Italia secara khusus memainkan serangan balik. Mereka tidak bermain sepakbola yang sebenarnya dan ketika menemui tim yang hanya menunggu, maka akan semakin sulit.”

“Kami harus bangkit dan fokus ke dua laga selanjutnya, yang mana sangat penting,” tuntasnya.

Comments
Loading...