UEFA Takkan Hukum Pemain yang Bersimpati pada George Floyd

Football5star.com, Indonesia – Apa yang dialami warga negara Amerika Serikat, George Floyd, mengundang simpati dari banyak pihak. Tidak terkecuali para pemain sepak bola.

Banyak para pemain sepak bola yang melakukan aksi simpati seperti Jadon Sancho, Marcus Thuram, ataupun Weston McKennie. Tapi akibat aksinya tersebut, Sancho dan Thuram mendapat kartu kuning dari wasit.

Setelah pertandingan muncul kabar mereka akan mendapat hukuman tambahan dari UEFA atas aksinya tersebut. Namun, kabar tersebut dibantah presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

Aleksander Ceferin - Piala Eropa U-21 - Fox Sports
Fox Sports

“Sepak bola adalah olahraga yang mendorong toleransi, inklusi, dan keadilan. Ini adalah nilai-nilai yang sama yang dianut oleh mereka yang menunjukkan solidaritas kepada George Floyd,” kata Ceferin seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Kamis (4/6/2020).

“Jika seorang pemain di kompetisi kami menampilkan pesan atau bertindak secara simbolis untuk meminta kesetaraan bagi umat manusia, itu sejalan dengan toleransi sepak bola yang selalu kami inginkan. Apalagi ini menyangkut rasialisme. Kami akan terus mendukung mereka,” sambungnya.

Pada laga Bundesliga akhir pekan lalu, Jadon Sancho merayakan golnya dengan membuka kostumnya. Dalam kaus yang ia gunakan tertulis pesan “Justice for George Floyd”. Sedangkan Marcus Thuram merayangkan golnya ke gawang Union Berlin dengan cara berlutut.

Adapun bintang muda Schalke 04 yang berasal dari Amerika Serikat, Weston McKennie, memakai ban di lengannya bertuliskan “Justice for George”.